Ternyata Kacang Tanah Mampu Meredakan Stres, Hal Ini karena...

Ternyata Kacang Tanah Mampu Meredakan Stres, Hal Ini karena... Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Sebuah studi terbaru memberikan pengetahuan baru tentang efek kesehatan dari konsumsi kacang-kacangan. Penelitian berfokus pada konsumsi kacang tanah, serta asupan harian produk dari kacang yang memiliki efek pada fungsi kognitif. Konsumsi jenis makanan ini juga memberi dampak untuk meredakan stres pada individu muda dan sehat. 

Studi dipimpin oleh Rosa M. Lamuela, direktur INSA-UB dan dosen Fakultas Farmasi dan Ilmu Pangan Universitas Barcelona, serta anggota Physiopathology of Obesity and Nutrition Networking Biomedical Research Center (CIBEROBN). Makalah ini juga mengandalkan partisipasi anggota Klinik Rumah Sakit dan IDIBAPS.

Baca Juga: Sangat Umum Terjadi pada Penderita Diabetes, Apa Itu Charcot Foot?

Kacang tanah atau arachy hypoagea adalah tanaman polong-polongan dari Amerika Selatan yang dikenal di Eropa pada abad ke-18. Ini menghasilkan buah yang sangat bergizi, kaya akan asam lema, protein, serat, polifenol, dan senyawa bioaktif lainnya yang berpotensi menarik bagi kesehatan. 

Penelitian dilakukan dengan sekelompok 63 orang sehat berusia antara 19 dan 33 tahun, yang memasukkan produk kacang dalam porsi teratur dalam asupan harian. Sebagian besar studi intervensi gizi telah dilakukan pada populasi dengan obesitas, sindrom metabolik atau yang berisiko penyakit metabolik kronis. 

“Pada populasi yang berisiko ini, lebih mudah untuk mengamati efek menguntungkan dari mengubah pola makanan atau memperkenalkan makanan sehat dalam pola makan mereka,” ujar Lamuela, dilansir dari eurasiareview, Selasa (12/10).

Baca Juga: Penting! Apa Boleh Penderita Diabetes Makan Buah Salak? Ternyata…

Namun, dalam penelitian Lamuela mengatakan, belum mengamati efek menguntungkan dari asupan harian produk kacang tanah pada peningkatan fungsi kognitif dan respons stres pada populasi muda dan kesehatan. Tim menganalisis potensi efek kesehatan dari konsumsi kacang tanah melalui serangkaian tes kognitif dan tes analitik yang terkait dengan indikator biokimia dari respons stres seperti kortisol. 

Hasilnya mengungkapkan peningkatan asam lemak rantai pendek feses dari mikrobiota, selain dari biomarker spesifik kacang, asam lemak jenuh rantai panjang dan polifenol tertentu, yang semuanya merupakan senyawa bioaktif yang terkait dengan banyak manfaat kesehatan.

Menurut kesimpulan, senyawa yang dapat berkontribusi pada efek kesehatan yang dijelaskan oleh tim adalah beberapa senyawa bioaktif seperti resveratrol, asam p-coumaric, asam lemak rantai pendek, dan asam lemak jenuh rantai panjang spesifik kacang.

Para peneliti tidak menemukan perbedaan yang signifikan antara konsumsi selai kacang dan kacang tanah dan fungsi kognitif atau biomarker respon stres. Selain itu, semuanya menunjukkan bahwa variabel usia tidak mempengaruhi analisis statistik karena tidak ada perubahan karena perbedaan usia. 

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini