Keluarga Riady Pasang Badan Bantu Matahari Bayar Utang ke BNI dan CIMB Lewat Jalur Rights Issue

Keluarga Riady Pasang Badan Bantu Matahari Bayar Utang ke BNI dan CIMB Lewat Jalur Rights Issue Kredit Foto: Wikipedia.org

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) akan menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Emiten pengelola Hypermart itu menargetkan dana senilai Rp890,11 miliar.

Berdasarkan prospektus yang dikeluarkan oleh perusahaan, Matahari akan menerbitkan hingga 1.171.200.788 saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham. Harga pelaksanaan atas penawaran tersebut mencapai Rp760 per saham. Setiap pemegang 45 saham lama yang namanya tercantum dalam daftar pemegang saham (DPS) Matahari pada 7 Desember 2021 berhak mendapat tujuh HMETD dan setiap satu HMETD berhak untuk membeli satu saham baru. Baca Juga: Habis Transaksi Ratusan Miliar Rupiah, Matahari Kini Jatuh dalam Genggaman Gojek!

PT Multipolar Tbk (MLPL) milik keluarga konglomerat Riady di bawah payung Lippo Group akan berpartisipasi dalam aksi korporasi ini. MLPL akan menjadi pembeli siaga dengan melaksanakan seluruh HMETD yang akan diperolehnya sebanyak 369.985.381 saham baru. MLPL akan melaksanakan HMETD sampai dengan sejumlah saham yang nilainya setara dengan Rp720 miliar.  Baca Juga: Keluarga Bakrie Punya Ladang Cuan Baru, Perusahaannya Garap Bisnis Pelabuhan!

"Sesuai dengan Surat Pernyataan Komitmen dan Kecukupan Dana untuk Melaksanakan HMETD dan Pembeli Siaga dalam rangka Penawaran Umum Terbatas VI PT Matahari Putra Prima Tbk tanggal 7 Oktober 2021, PT Multipolar Tbk (MLPL) sebagai Pemegang Saham Utama akan melaksanakan seluruh HMETD yang akan diperolehnya dan akan bertindak sebagai Pembeli Siaga," jelas manajemen Matahari, dilansir pada Kamis, 14 Oktober 2021.

Sebagai pembeli siaga, MLPL akan membeli sebagian sisa saham yang tidak diambil bagian tersebut dengan harga pelaksanaan yang sama untuk setiap saham atau sebanyak-banyaknya sebesar Rp438,81 miliar.

Manajemen mengatakan, sebagian atau sebesar 16,9% dana yang didapat dari rights issue ini akan digunakan perusahaan untuk membayar sebagian pokok utang kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dengan saldo terutang berjumlah Rp750 miliar. Selain membayar utang, Matahari akan menggunakan 8,5% dana yang terhimpun untuk belanja modal, termasuk untuk biaya renovasi toko, pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan omni-channel, serta ekspansi toko baru. Sementara sisa dana atau 74,6% lainnya akan digunkaan sebagai modal kerja Matahari dalam meningkatkan kualitas persediaan melalui pembelian barang dagangan dari pemasok.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini