Erick Thohir: Sebesar 90 Persen Swasta dan BUMN Terdampak Pandemi Covid-19

Erick Thohir: Sebesar 90 Persen Swasta dan BUMN Terdampak Pandemi Covid-19 Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan sepanjang pandemi Covid-19 yang sudah terjadi selama 1,5 tahun ini memberikan dampak secara sosial dan ekonomi, termasuk berdampak sebesar 90 persen kepada swasta dan BUMN.

Dalam krisis tersebut, Erick mengatakan perlu memikirkan tidak hanya tentang strategi untuk bertahan, melainkan juga memikirkan bagaimana strategi setelah pandemi Covid-19.

Baca Juga: Dinilai Tak Ada Kontribusi untuk Ilmu Pengetahuan, Aliansi Dosen Tolak Erick Thohir

“Pemulihan ekonomi menjadi keharusan dan kita harus terlebih dahulu memperbaiki persoalan kesehatan secara nasional karena kesehatan merupakan hal yang fundamental seperti prinsip Indonesia Sehat, Indonesia Kerja, dan Indonesia Tumbuh,” katanya dalam Capital Market Summit dan Expo (CMSE) 2021, Kamis (14/10/2021).

Erick mengatakan sebagai bentuk dukungan Kementerian BUMN, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negari untuk mencarikan solusi untuk menghentikan impor vaksin.

Salah satu yang diupayakan adalah dengan memproduksi vaksin dari BUMN, termasuk memproduksi Vaksin Merah Putih dengan melakukan kerja sama melibatkan sejumlah universitas dan lembaga riset.

“Kami juga kerja sama dengan membangun RS Modulat di berbagai wilayah di Jakarta, Bangun, Lampung. Selain kita kerja sama dan kita lakukan secara sendiri dan kita kerja sama dengan Kementerian Agama. Kami bersama Kementerian PUPR juga mengkonversikan Wisma Atlet Asian Games menjadi RS Darurat penanganan Covid yang memberikan dampak yang luar biasa,” katanya.

Kementerian BUMN bersama Kementerian Komunikasi dan Informasi juga melakukan kerja sama dengan mengembangkan aplikasi PeduliLindungi yang saat ini terus digunakan. Bahkan aplikasi tersebut sudah terintegrasi dengan pihak swasta maupun kementerian lainnya. Melalui aplikasi tersebut kemudian dapat terintegrasi data NIK, data vaksinasi, hingga data testing yang dapat digunakan rakyat maupun turis asing yang tinggal di Indonesia.

Erick menambahkan beberapa inisiasi yang dilakukan bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Tenaga Kerja, dan kementerian lainnya, setidaknya Kementerian BUMN telah menyalurkan stimulus dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar RP376 trilun yang ditujukan kepada sebanyak 57 juta masyarakat penerima manfaat.

Selain itu, Kementerian BUMN telah melakukan restrukturisasi kredit atas debitur yang terdampak Covid-19 dengan nilai sebesar Rp29 triliun kepada 5,36 juta debitur

“Kami juga berkonsolidasi dengan pihak lain. Alhamdulillah RS BUMN setelah kita gabungkan kita mendapatkan 2 penghargaan Health Care Asia Award 2021 sebagai rumah sakit terbaik penanganan Covid dan Hospital of The Year di Indonesia. Hal tersebut kita lakukan secara paralel dengan bekerja pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini