Satgas Beberkan Update Covid-19 di RI: Angka Kematian Turun 31,9% dalam Sepekan

Satgas Beberkan Update Covid-19 di RI: Angka Kematian Turun 31,9% dalam Sepekan Kredit Foto: BNPB

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melaporkan perkembangan kasus Covid-19 di tingkat nasional hingga saat ini. Ia mengungkapkan situasi nasional cenderung mengalami perbaikan yang signifikan, bahkan angka kematian menurun hingga 31,9%.

"Angka kematian pada pekan ini mengalami penurunan yang cukup besar [yaitu] 31,9%, hampir 32%. Penurunan kasus juga cukup besar, yaitu 23,3%," kata Wiku dalam dialog virtual KPCPEN, Kamis (14/10/2021).

Baca Juga: Sebelum Mati Langkah, WHO Punya Langkah Terakhir Ini buat Gali Asal-Usul Covid-19

Perbaikan juga terlihat pada perkembangan angka kesembuhan dari virus Covid-19. Dalam sepekan terakhir, angka kesembuhan di level nasional mengalami penurunan hingga 18,4%.

Kabar baik selanjutnya adalah tak ada lagi kabupaten/kota di Indonesia yang berada pada zona risiko tinggi selama empat pekan terakhir. Bahkan, wilayah yang termasuk zona hijau sudah mencapai lima kabupaten/kota.

"Ada tiga kabupaten/kota yang berada di zona risiko sedang dan mayoritas kabupaten/kota berada di zona risiko rendah," tambahnya.

Kedisiplinan protokol kesehatan di kalangan masyarakat juga terpantau relatif baik. Kendati demikian, kedisiplinan ini bersifat fluktuatif karena terkait perilaku masyarakat. Oleh karena itu, Wiku mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga penegakkan protokol kesehatan demi menghindari risiko terjadinya kasus Covid-19 gelombang ketiga.

"Apabila di tempat-tempat tertentu yang sirkulasi virusnya tinggi, maka tidak patuh prokes bisa langsung mendongkrak kasus jadi lebih tinggi. Jadi, prokes itu tidak bisa kita tinggalkan, harus disiplin," ujar Wiku.

Jubir Satgas itu mengingatkan seluruh pihak yang terlibat, seperti Bhabinsa, Bhabimkamtibnas, Duta Perubahan Perilaku, hingga pemerintah daerah untuk rutin melaporkan keadaan di masing-masing wilayah.

"Tiap menit kami melihat laporannya. Jadi, kalau dalam satu minggu terakhir tidak lapor, akan tercatat di laporan kita," pungkasnya.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini