PeduliLindungi, SenjataHadapi Pandemi dan Pemulihan Ekonomi

PeduliLindungi, SenjataHadapi Pandemi dan Pemulihan Ekonomi Kredit Foto: Antara/Raisan Al Farisi

Pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi informasi PeduliLindungi dalam mengoptimalkan perlindungan kesehatan masyarakat, sehingga keamanan beraktivitas di ruang publik di saat pandemi, terjamin. Saat ini pengaplikasiannyapun terus disempurnakan, agar penggunaannya semakin mudah dan nyaman bagi masyarakat. Dalam Dialog Produktif Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN Kamis (14/10).

Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan, Setiadji, menyatakan bahwa penggunaan aplikasi PeduliLindungi semakin meningkat. Setiap hari sekitar 9 juta kali aplikasi ini digunakan masyarakat untuk mengakses pusat perbelanjaan, kegiatan perjalanan dan fasilitas lainnya. Secara total, terdapat sekitar 60 juta pengguna yang sudah mengunduh aplikasi ini dan lebih dari 70 juta kali PeduliLindungi dimanfaatkan untuk skrining masuk dengan QR Code.

Baca Juga: Penegakan Prokes Harus Jadi Budaya Hidup Berdampingan Dengan COVID-19

“Makin banyak wilayah yang turun level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), maka makin luas penggunaan aplikasi ini. Kurang lebih 30 ribu titik telah dipasangkan QR Code di Jawa Bali, dan akan meluas ke Sumatera dan Kalimantan. Pertimbangan perluasan bertahap ini adalah cakupan vaksinasi, level PPKM dan tingkat penggunaan teknologi,” papar Setiadji.

Ia menyatakan jika pihaknya menerima banyak masukan untuk peningkatan PeduliLindungi yang memudahkan bagi masyarakat. Sebagai langkah pengembangan, PeduliLindungi akan memperluas cakupan pada 15 platform digital dari sektor ojol, perjalanan, perbankan, bioskop, pemerintah daerah, serta berbagai kementerian terkait pembukaan kegiatan.

Seiring dengan dibukanya akses penerbangan internasional, PeduliLindungi juga berupaya melakukan integrasi dengan aplikasi internasional dengan mengikuti standar internasional, agar sertifikat vaksinasi dan hasil PCR dapat diterima secara multilateral atau bilateral. Sebagai contoh, koordinasi dengan aplikasi Tawakal untuk Haji dan Umroh.

Untuk status pengguna, status karantina juga akan ditambahkan khususnya untuk menghadapi masuknya turis asing ke Indonesia, diintegrasikan dengan layanan lain seperti imigrasi, e-Visa, juga asuransi.

Setiadji menegaskan, bahwa tidak ada diskriminasi dalam penggunaan PeduliLindungi, bahkan WNI dengan sertifikat vaksin luar negeri juga telah difasilitasi. Bagi warga tanpa ponsel pintar, menurutnya, telah disiapkan semacam microsite untuk petugas di lapangan sehingga mereka tetap dapat melakukan skrining dan mengetahui status kesehatannya.

“Di beberapa tempat seperti bandara, kereta api, sekolah, industri; biasanya petugas yang melaksanakan cek identitas kepada yang bersangkutan (orang tanpa ponsel pintar), lalu dimasukkan NIK-nya untuk melihat statusnya,” beber Setiadji.

Kepada masyarakat, Setiadji mengimbau, sebelum bepergian agar mengecek dulu status masingmasing melalui PeduliLindungi serta memeriksa apakah ada kontak erat. Upaya ini diharapkan dapat meminimalisasi penyebaran COVID-19.

“Aplikasi PeduliLindungi ini adalah tools (alat), kita membutuhkan kedisiplinan baik dari masyarakat maupun petugas dalam penggunaannya untuk skrining,” tuturnya. Terkait peran penting PeduliLindungi, pada waktu yang sama Ketua Umum KADIN, Arsjad Rasjid menjelaskan bahwa saat ini terdapat 2 perang yang tengah dihadapi Indonesia, yakni perang pandemi dan ekonomi.

“Aplikasi ini efeknya penting untuk memenangkan keduanya,” tegas Arsjad. PeduliLindungi berperan penting dalam memulai kembali bisnis dan ekonomi Indonesia yang terdampak pandemi, membantu Indonesia kembali ke tingkat pertumbuhan ekonomi semula, sejalan dengan pengendalian wabah COVID-19.

Selain itu, ia mengatakan, aplikasi PeduliLindungi juga menjadi bagian dari proses adopsi revolusi industri 4.0 dan digital literasi. Berada dalam situasi new normal, penggunaan aplikasi PeduliLindungi menjadi bagian dari adaptasi kehidupan baru, terutama dalam hal teknologi.

“PeduliLindungi ini bukan semata-mata aplikasi, melainkan alat dan senjata untuk memenangkan perang melawan pandemi dan perang ekonomi. Semakin cepat kita melakukannya, makin cepat pula konektivitas kita dengan dunia. Makin banyak dari kita yang menggunakannya, makin cepat pula kita akan memenangkan perang ini untuk memulihkan kesehatan, membangkitkan perekonomian, dan akhirnya keadilan sosial akan terwujud,” kata Arsjad.

Ia menekankan, KADIN siap melaksanakan implementasi aplikasi tersebut untuk kepentingan dan kesehatan bersama. “Intinya adalah bagaimana kita membiasakan diri. Semua adalah hal baru, ini dunia baru. Tidak hanya di Indonesia, melainkan di semua negara melakukannya, dan manfaatnya juga banyak,” tandasnya.

Dokter sekaligus public figure, Lula Kamal, mengakui bahwa dengan meningkatnya pembukaan kegiatan masyarakat, aplikasi ini sangat berguna. Tidak hanya untuk skrining dan mengetahui penyebaran COVID-19 di berbagai lokasi, melainkan juga terdapat informasi terkait vaksinasi serta fitur teledokter yang sangat membantu masyarakat mendapatkan layanan konsultasi dengan tenaga kesehatan yang kompeten.

“Kita harus banyak mengeksplor karena ada banyak fitur bermanfaat di dalamnya,” tegas Lula. Selain itu Lula menegaskan, saat bepergian di masa pandemi, penerapan Prokes dan menjaga mobilitas masih tetap diperlukan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat, tidak  hanya untuk COVID-19 melainkan juga untuk perlindungan kesehatan secara umum

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini