Sindir Baliho Politik yang Menjamur, Gubernur Ini Bilang Sudah Nggak Zaman

Sindir Baliho Politik yang Menjamur, Gubernur Ini Bilang Sudah Nggak Zaman Kredit Foto: Twitter/@sociotalker

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendadak memberikan sindiran cara berkampanye dengan menggunakan baliho politik.

“Jadi generasi Z ini tidak mengonsumsi PPP lewat baliho, tapi lewat ponsel. Jadi kalau kader PPP masih main baliho itu ketinggalan zaman," kata Ridwan Kamil di Munas Alim Ulama PPP di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Semarang, Minggu (17/10).

Baca Juga: Jabar Juara PON, Ulang Sejarah 70 Tahun Lalu, Ridwan Kamil Optimistis Juara Lagi di PON Berikutnya

"Kalau ingin PPP bangkit investasikan ke cara generasi baru. Ubah cara dakwah politiknya, jauhi cara konvensional,” sambungnya.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menyarankan, agar para kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) harus inovatif dalam berkampanye seperti berkampanye sesuai dengan kondisi zaman saat ini.

Sebab, menurutnya cara lama yakni konvensional yang masih diterapkan saat ini sulit untuk menarik perhatian masyarakat.

“Cara menarik simpati masyarakat tak bisa lagi pakai cara konvensional. Kenapa persentase partai Islam tak signifikan padahal umat Islam 90 persen," kata Kang Emil.

Kang Emil juga menuturkan berdasarkan pemahamannya cara partai persuasif politik harus sesuai dengan zaman dan ada jarak generasi yang harus dipahami para kader partai.

“Dan saya juga masih mencari kenapa, apakah partai islam kurang persuasif, saya hanya bisa menjawab yang saya pahami,” kata Kang Emil.

Lebih lanjut, menurut dia saat ini masyarakat lebih melek teknologi dan mengkonsumsi segala macam informasi lewat internet termasuk sosial media.

“PPP harus berinvestasi pada individu terbaik yang paham zaman sudah berubah dan yang paham perubahan itu untuk kemaslahatan umat,” pungkas Ridwan Kamil.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini