BRI Salurkan Lebih dari Rp588 Triliun Kredit untuk Wujudkan Tata Kelola ESG

BRI Salurkan Lebih dari Rp588 Triliun Kredit untuk Wujudkan Tata Kelola ESG Kredit Foto: BRI

Direktur Manajemen Risiko BRI, Agus Sudiarto, menyebut bahwa keberlanjutan bisnis berdasarkan ESG atau sustainable finance menjadi salah satu perhatian utama investor untuk berinvestasi. Ia juga mengungkap, fokus BRI untuk terus membantu masyarakat.

 “Selain itu perseroan memahami prinsip ESG sebagai standardisasi yang digunakan perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnis dan operasional untuk mencapai kinerja yang berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga: Kunjungi Pabrik Traktor di Minsk, Wakil Ketua DPR RI Singgung Soal Modernisasi Pertanian

Agus juga menyebut, BRI sejak awal didirikan memang berfokus untk membantu masyarakat, yang sejalan pula dengan sustainable finance.

“Sebagai bank yang sejak awal DNA-nya ada di UMKM, di antara ESG ini mungkin fokus terbesar berada di social dan governance. Karena memang sejak BRI hadir pada 1895, jadi dari awal pendiriannya memang dikhususkan untuk membantu masyarakat kecil, dan kita ada di sana sejalan dengan sustainable finance,” kata Agus. 

Nantinya, penerapan ESG ini bukan hanya menggunakan pendekatan tradisional pada fundamental kinerja keuangan. Tetapi juga mengikutsertakan unsur penilaian assessment atas prinsip yang ada. 

Agus menambahkan, bahwa aset BRI hampir Rp940 triliun. Dari total aset tersebut, yang sejalan dengan prinsip ESG mencapai lebih dari 64,5% dari total portofolio atau setara dengan Rp588,6 triliun. 

Sementara yang terkategori green financing yaitu mulai dari renewal energy Rp16,1 triliun kemudian ada pula pencegahan polusi sebesar Rp2,4 triliun, transportasi berbasis energi bersih seperti kendaraan listrik yang mencapai Rp18,8 triliun dan green building senilai Rp2,8 triliun dari total portofolio BRI.

Adapun dari sisi liabilitas, pada 2019 perseroan sudah mengeluarkan sustainability bond yang listing di Singapura yang nilainya mencapai US$500 juta. BRI menjadi yang pertama di Asia Tenggara yang mengeluarkan sustainability bond dan pada saat itu obligasi BRI mengalami oversubscribe hingga 8 kali. 

Baca Juga: Besar! Nilai Transaksi West Java Investment Summit 2021 Tembus Rp6,5 Triliun

Lebih lanjut, BRI juga meneruskan komitmennya sebagai support terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG’s). Strategi yang dipakai BRI untuk mendorong SDGs itu sejalan dengan Department of Economic and Social Affairs (DESA) dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). 

“BRI terus fokus dalam menerapkan program SDGs yang telah ditetapkan oleh PBB kepada Indonesia. Hal ini, akan terus dilanjutkan BRI untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan ekonomi inklusif bagi semua pihak, “ tutup Agus Sudiarto.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini