Profil Sukmawati Soekarnoputri yang Pindah Agama dari Islam ke Hindu

Profil Sukmawati Soekarnoputri yang Pindah Agama dari Islam ke Hindu Kredit Foto: Viva

Sukmawati Soekarnoputri menarik perhatian karena ibunda dari GPH Paundrakarna ini akan berpindah agama Hindu yang semula memeluk agama Islam.

Masyarakat dikejutkan dengan kabar dari adik Megawati Soekarnoputri yang berpindah keyakinan serta akan mengikuti prosesi Sudhi Wadani di Bali.

Ketua The Soekarno Center, Arya Wedakarna, mengatakan keputusan Sukmawati memeluk agama Hindu sudah melakukan pertemuan dengan keluarganya dan telah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga, termasuk ketiga anaknya. Bagaimanakah sosok Sukmawati Soekarnoputri ini?

Sukmawati memiliki nama lengkap Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri yang merupakan anak dari Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia yang juga adik dari Megawati Soekarnoputri dan Rachmawati Soekarnoputri.

Wanita kelahiran Jakarta, 26 Oktober 1951 ini menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Rakyat pada 1964. Setelah itu, ia melanjutkan sekolahnya di Akademi Tari di di LPKJ, Jakarta dan lulus tahun 1974.

Pada tahun 1998, Sukmawati membangkitkan kembali Partai Nasional Indonesia (PNI) dengan nama PNI Soepeni. Namun, selang selama 4 tahun partai tersebut berganti nama menjadi PNI Marhaenisme. Ia pun dinobatkan sebagai ketua umum.

Saat usianya menginjak 60 tahun, Sukmawati menuliskan kesaksian sejarah terkait kehidupannya selama 15 tahun di Istana Merdeka dalam sebuah buku yang bertajuk 'Creeping Coup D'Tat Mayjen Suharto.

Dalam buku tersebut, diceritakan tentang sebuah kehidupan Sukmawati sejak dilahirkan di Istana Merdeka saat sang ayah masih menjabat sebagai presiden hingga usianya menginjak remaja. Sukmawati juga memberikan kesaksian bahwa Soeharto telah mengudeta ayahnya pada tahun 1965-1967.

Menurut Sukmawati, saat itu Pangkostrad Mayjen Soeharto beserta anggota militer lainnya menggunakan Surat Perintah 11 Maret 1966 untuk menggulingkan Presiden Soekarno dan mengantarkannya menjadi presiden.

Sukmawati juga mengaku tidak akan memaafkan Soeharto karena telah melakukan pelanggaran HAM setelah peristiwa 1965.

Selain politik, Sukmavati juga seorang aktivis seni. Tokoh Gerakan Rakyat Mahaiin ini suka menari, melukis, bahkan sastra. Ketertarikannya pada dunia seni kerap membuat Sukmawati betah dan bergaul dengan seniman lain dari Taman Ismail Marzuki.

Mengenai kehidupan pribadinya, Sukhomadi menikah dengan putra mahkota Puri Mankunegara, yang kemudian dikenal sebagai Pangeran Adipati Mankunegara Sugiwa Kusuma.

Dari pernikahan tersebut, Sukmawati dikaruniai 3 orang anak, yaitu GPH Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara, GRA Putri Agung Suniwati dan Muhammad Putra Perwira Utama.

Sang suami naik tahta dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IX. Namun, tidak butuh waktu lama sebelum keduanya memutuskan untuk berpisah.

Sukmavati tidak hanya mewarisi darah politik ayahnya. Ia juga memiliki kecintaan yang kuat pada seni. Ia terlibat dalam berbagai kegiatan seni dan karena itu terdaftar sebagai aktivis seni.

Pada acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, Sukmawati mendapat kesempatan membacakan puisi karyanya bertajuk Ibu Indonesia. Namun, puisi tersebut mengundang kontroversi karena membandingkan azan dan kidung serta cadar dengan konde.

Nenek Beragama Hindu, Apakah Ini Alasan Sukmawati Pindah Agama?

Diketahui bahwa Sukmawati lahir memeluk agama Islam. Lalu, Sukmawati Soekarnoputri pindah agama Hindu karena ingin mengikuti jejak neneknya, Ida Ayu Nyoman Rai Srimben. 

Sukmawati memutuskan berpindah agama tepat di usianya yang ke-70 tanggal 26 Oktober mendatang. Ia memutuskan untuk kembali ke Hindu Dharma.

Biodata Singkat:

Nama lengkap: Sukmawati Soekarnoputri
Profesi: politikus
Lahir: Jakarta, 26 Oktober 1951

KELUARGA
Orangtua: Soekarno dan Fatmawati
Suami     : Mangkunegara IX (cerai)
Anak       :

  • GPH Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara
  • GRA Putri Agung Suniwati
  • Muhammad Putra Perwira Utama

PENDIDIKAN

  • Sekolah Rakyat (1964)
  • Akademi Tari di di LPKJ, Jakarta (1970-1974)
  • Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Bung Karno, Jakarta (2003)

KARIER

  • Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme

Buku

  • Creeping Coup D'Tat Mayjen Suharto

 

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini