Ketua Umum Partai Ummat Bisa Bikin Panas, Goyang Luhut Pandjaitan

Ketua Umum Partai Ummat Bisa Bikin Panas, Goyang Luhut Pandjaitan Kredit Foto: Antara/Raisan Al Farisi

Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi blak-blakan mempersoalkan penunjukkan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk memimpin berbagai hal oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ridho Rahmadi menilai, hal ini bisa mengakibatkan tugas dan fungsi kementerian sebagai satu institusi pemerintahan menjadi tidak efisien.

Pasalnya, menurut menantu Amien Rais itu, dalam sebuah kabinet ada banyak menteri yang bisa ditugaskan oleh presiden.

Baca Juga: Nah Lho...! Kabar Terbaru Kabinet Jokowi, Kabarnya Ada Perombakan, Nasib Bu Risma?

"Dalam kabinet itu kan banyak menteri, kalau hampir sebagian besar urusan hanya ujung-ujungnya ke satu pintu saja. Berarti itu indikasi kuat bahwa organisasi dalam konteks fungsi kementerian tadi tidak berjalan lancar," jelas Ridho Rahmadi saat jumpa pers di Kantor DPP Partai Ummat Jumat, 22 Oktober 2021.

Oleh sebab itu, Ridho Rahmadi menilai Jokowi memiliki kedekatan khusus dengan Luhut, sehingga semua hal diserahkan pada Koordinator PPKM Jawa-Bali itu.

"Yang kami takutkan bersama adalah ini ada unsur kedekatan, ini harusnya jadi concern kita sebagai masyarakat," jelas Ridho Rahmadi.

"Jangan sampai semua kebijakan skala nasional dan untuk kepentingan orang banyak hanya lewat satu pintu saja," sambungnya.

Menurut Ridho Rahmadi, jika terus seperti ini, Jokowi seolah tidak pro terhadap rakyat.

"Kalau satu pintu ya, itu-itu saja. Dan kebijakanya tidak pro rakyat, sehingga hasilnya tidak efisien," tegasnya.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa Jokowi memang kerap menunjuk Luhut untuk memimpin berbagai hal.

Pada pertengahan September 2020, Luhut ditunjuk menjadi komando penanganan Corona di delapan provinsi.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini