3 Nama Tokoh yang Menjadi Penerus Jokowi Berdasarkan Ramalan Jayabaya

3 Nama Tokoh yang Menjadi Penerus Jokowi Berdasarkan Ramalan Jayabaya Kredit Foto: Twitter/Gatot Nurmantyo

Politikus Gerindra Arief Poyuono menyebut ada tiga tokoh yang menjadi penerus Presiden Jokowi. Hal itu berdasarkan ramalan Jayabaya.

Arief Poyuono mengakui ramalan Jayabaya itu masih relevan untuk menerawang tokoh yang akan menjadi presiden 2024 mendatang.

Baca Juga: Jokowi Disentil Inul Daratista, Singgung Soal Usaha Karaokenya yang Seperti Anak Tiri

Dalam ramalan pujangga Jawa Kuno itu, disebutkan bahwa pemimpin Indonesia adalah mereka yang mempunyai nama dengan akhiran kata No-To-No-Go-Ro. Dalam bahasa Indonesia berarti menata negara.

Arief mengurai bahwa akhiran No sudah tercermin dari Presiden pertama RI Soekarno. Sementara To ada pada Soeharto. No yang kedua melekat pada akhiran Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“No itu Mulyono. Jokowi itu saat lahir nama aslinya Mulyono, karena berulang kali sakit-sakitan ibunya lalu mengganti nama jadi Joko Widodo, jadi Jokowi masuknya di No, Mulyono," ujar Arief dalam keterangannya, Selasa (26/10).

Sedangkan untuk Presiden Habibie, Gus Dur, dan Megawati, lanjut Arief Poyuono, ketiganya hanya sebentar memimpin atau tidak sampai 5 tahun.

“Hanya tiga tokoh yang masuk Jongko Joyoboyo, Notonogoro sebagai penerus Jokowi. Yaitu Airlangga (Airlonggo dalam bahasa Jawa), Ganjar Pranowo, dan Gatot Nurmantyo,” terangnya.

Menurutnya, syarat harus orang Jawa bagi presiden RI dan lahir di area Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah terpenuhi oleh ketiga tokoh tersebut.

Sementara nama lain seperti Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Prabowo Subianto, Moeldoko, Bambang Soesatyo, Sandiaga Uno, dan Puan Maharani berada di luar Jongko Joyoboyo.

“Jadi percuma tokoh itu ngotot maju sebagai capres. Pasti akan kalah dan cuma buang buang duit," pungkas Arief Poyuono.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini