Senjata Pembunuh Satelit Milik China Sukses Bikin Amerika Waswas Dua Kali Lipat

Senjata Pembunuh Satelit Milik China Sukses Bikin Amerika Waswas Dua Kali Lipat Kredit Foto: Getty Images/Kevin Frayer

China dicurigai punya senjata pembunuh yang menakutkan. Analisisnya bisa bikin satelit rontok. Amerika pun kian dibuat waswas.

Saat ini, ada Shijian 21 yang dicurigai sebagai senjata pembunuh satelit terbaru. Dan China diduga kuat punya senjata ini.

Baca Juga: China Baru Meluncurkan Uji Coba Roket Berbahan Bakar Padat yang Besar

Militer AS percaya bahwa satelit itu dilengkapi dengan lengan robot sehingga mampu menyerang dan menjatuhkan satelit lain dan pesawat antariksa yang mengorbit.

“Kepala Komando Luar Angkasa AS, Jenderal James Dickinson, telah menulis kepada Kongres bahwa satelit Shijian China dapat digunakan di masa depan untuk menangani satelit lain,” ungkap laporan Sputnik pada Rabu (27/10/2021).

Saat ini, satelit telah menjadi semakin penting untuk operasi militer modern, serta kehidupan sehari-hari.

Sistem komunikasi dan lokasi semuanya dibantu oleh atau bergantung pada satelit.

Dalam perang, satelit menjadi salah satu sasaran strategis yang harus dilumpuhkan untuk membuat lawan kesulitan dalam operasi militernya.

Belakangan, Amerika sudah dibuat waswas. Peluncuran satelit Shijian 21 China ke orbit menjadi pemicu utamanya.

AS memperingatkan teknologi itu adalah bagian dari rencana Beijing mencapai sistem serangan luar angkasa yang unggul.

Belum ada klaim China soal ini. Beijing bahkan menepis keras tuduhan itu.

Pejabat China mengatakan misinya dalam peluncuran itu adalah untuk menguji teknologi yang dapat membantu menetralisir puing-puing luar angkasa.

Pada 2016, Beijing meluncurkan satelit pembersih puing resmi pertamanya, Shijian 17.

Pesawat antariksa itu secara resmi disebut sebagai satelit komunikasi dengan misi mengamati puing-puing luar angkasa.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini