Waduh! Ternyata Beberapa Hal Ini Hanya Mitos Kesehatan Mata

Waduh! Ternyata Beberapa Hal Ini Hanya Mitos Kesehatan Mata Kredit Foto: VIUUM

Mata manusia adalah organ yang cara kerjanya begitu kompleks dan canggih dengan fungsi utama sebagai indera penglihatan. Mengingat peran pentingnya, mata tentu harus dirawat dan dijaga dengan baik.

Hanya saja, sejak lama, beragam mitos berkembang terkait perawatan mata dan penglihatan. Jika tidak diluruskan, bisa jadi mitos-mitos itu dianggap sebagai sebuah kebenaran meskipun menyesatkan.

Baca Juga: Bikin Ngeri! Hanya Butuh 3 Hari Tidak Aktif Bergerak Anda Mengambil Satu Langkah Menuju Diabetes

Lalu, apa saja mitos yang dimaksud? Berikut lima mitos umum yang terkait dengan mata atau seputar penglihatan, seperti dilansir dari Times Now News, Selasa (24/10).

Mitos 1: Terlalu banyak menggunakan mata akan merusaknya

Faktanya, mata memang berfungsi untuk melihat apapun di sekitar Anda. Dengan perawatan yang tepat, kesehatan mata dapat terjaga dalam waktu yang lama.

Mitos 2: Membaca dalam cahaya redup atau membaca terlalu dekat akan merusak mata

Faktanya, sebelum penemuan lampu atau sumber cahaya buatan lainnya, manusia terbiasa membaca dan menulis tanpa khawatir merusak matanya. Memang benar bahwa ruangan yang cukup terang pasti akan meningkatkan efisiensi membaca dan penglihatan, tapi ruangan yang cahayanya redup juga tidak akan menghambat penglihatan.

Baca Juga: Nggak Nyangka! Daun Kersen Cocok Dikonsumsi untuk Penderita Diabetes, Hal Ini karena…

Mitos 3: Jadwal rutin pemeriksaan mata tidak diperlukan

Seperti penyakit pada umumnya, deteksi dini dengan pemeriksaan secara rutin sangat diperlukan. Faktanya, melakukan pemeriksaan mata secara teratur tidak hanya akan memastikan kesehatan mata, tetapi juga membantu deteksi dan pengobatan dari penyakit yang mungkin berpotensi menjadi kronis di masa depan.

Mitos 4: Pakai kacamata akan menyembuhkan mata minus atau kerusakan lain

Kacamata diperlukan untuk mengoreksi distorsi dalam penglihatan. Namun, harus dicatat bahwa kacamata tidak dapat menyembuhkan kerusakan atau distorsi mata secara permanen sebab masalah itu dapat menjadi konsekuensi dari berbagai faktor, mulai dari genetika hingga komplikasi kesehatan lainnya.

Baca Juga: Mari Mengenal Koma Diabetes, Kondisi Parah yang Bisa terjadi pada Penderita Diabetes

Mitos 5: Hanya pria yang bisa buta warna

Kesalahpahaman ini muncul karena prevalensi pria yang buta warna lebih tinggi daripada wanita. Faktanya, meskipun jarang, buta warna pada wanita bukanlah fenomena yang mustahil.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini