Auditor sebagai Pilar Tata Kelola Punya Tanggung Jawab Bantu Organisasi Bangkit dari Krisis

Auditor sebagai Pilar Tata Kelola Punya Tanggung Jawab Bantu Organisasi Bangkit dari Krisis Kredit Foto: IIA Indonesia

The Institute of Internal Auditors Indonesia (IIA Indonesia) kembali mengadakan acara tahunannya, yaitu Konferensi Nasional yang pada tahun ini diselenggarakan secara virtual pada tanggal 27-29 Oktober 2021. Saat ini, tercatat jumlah peserta mencapai lebih dari 700 orang.

Institute of Internal Auditors (IIA) adalah asosiasi profesi terdepan yang mewakili profesi auditor internal. Secara global, IIA mewakili lebih dari 200.000 anggota di lebih dari 170 negara, dengan anggota sebagian besar adalah praktisi di bidang internal audit, governance, manajemen risiko, pengendalian internal, dan pemerhati profesi audit internal, baik di korporasi BUMN, korporasi swasta, pemerintahan dan lembaga negara.

Baca Juga: Konferensi IIA Indonesia Usung Tema Internal Audit Back to the Future, Emerging from the Crisis

Kegiatan IIA meliputi penyediaan standar dan panduan audit internal serta informasi tentang praktik terbaik audit internal; penyediaaan kegiatan pengembangan profesional dan sertifikasi; pemfasilitasn auditor internal untuk berbagi informasi dan pengalaman dalam audit internal; advokasi dan promosi profesi kepada para profesional di industri, universitas, pemerintah, sektor publik dan swasta.

Angela Simatupang, tokoh GRC terkemuka negeri ini yang juga President dari IIA Indonesia menyampaikan bahwa ketika peta risiko menjadi lebih kompleks, tanggung jawab ada pada fungsi yang bertanggung jawab di area audit internal, manajemen risiko, tata kelola, untuk meninjau operasi mereka saat ini, memastikan organisasi mampu bekerja di peta baru ini.

Untuk beberapa organisasi, guncangan pandemi tidak terlalu mengejutkan karena sebelum terjadi pandemi mereka telah mulai membuat berbagai persiapan menghadapi disrupsi. Para pemimpin perlu mengkalibrasi ulang untuk lingkungan pasca-Covid-19 dan perlu mengantisipasi siklus bisnis yang lebih cepat dan kompleksitas yang meningkat. Untuk beberapa organisasi, perubahan perlu diseimbangkan dengan mandat peraturan.

Namun, gambaran ini konsisten di seluruh industri—keharusan untuk menyelaraskan dengan normal baru dan memberikan asurans yang lebih efisien dan efektif sehingga penting bagi profesional di bidang GRC untuk memperluas wawasan dan tetap relevan dengan perkembangan di masa depan baik dari sisi lingkungan bisnis, teknologi, regulasi, pola pikir, pendekatan kerja, dan spesialisasi.

Abdiansyah Prahastyo, Governor IIA Indonesia dan Ketua Panitia Konferensi Nasional IIA 2021 menjelaskan dengan semangat komunikasi dan kolaborasi, panitia telah meminta kesediaan dan mengkonfirmasi banyak narasumber yang relevan dan berkualitas baik pada level nasional maupun internasional.

Sintesis atas kegiatan yang ditempuh oleh para pimpinan lembaga dan korporasi sebagai upaya responsif atas kondisi (kendala & peluang) yang ada beserta kiat-kiat sebagai langkah adaptasi pada ketiga aspek GRC (Governance, Risk & Control), di masa yang akan datang menjadi topik-topik yang mewarnai materi para pembicara dalam Konferensi dengan tema: Internal Audit Back to The Future-Emerging from The Crisis

Tercatat sebagai pembicara antara lain Airlangga Hartarto, Muhammad Yusuf Ateh, dr. Dante Saksono Harbuwono PhD, Ignasius Jonan, Dahlan Iskan, Mohd. Sani Ismail, Nawal Nely CFA, Yanuar Nugroho PhD, Anthony Pugliese, Prof. Lindawati Gani, Awan Nurmawan Nuh, Merisa Darwis, Maria Alexandra LM, Ayna Dewi Setianingrum, Iwan T Purwanto, Herindra Veriawan, Antonius Gunadi, Lih Chin Ong, Ponda Hidajat, Syahraki Syahrir, Anang Basuki, Peadar Duffy, Huzefa Goawala, Prince Wirawan, Adhita Zulfa, Bramantio Nugraha, Agustinus Nicholas L. Tobing, dan Lishia Erza.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini