Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Singgung Survei Capres, Omongan Rocky Gerung Lebih Tajam dari Silet: Elektabilitasnya...

Singgung Survei Capres, Omongan Rocky Gerung Lebih Tajam dari Silet: Elektabilitasnya... Kredit Foto: Instagram/Rocky Gerung
Warta Ekonomi -

Pengamat politik Rocky Gerung menilai survei yang dilakukan sejumlah lembaga terkait elektabilitas capres palsu atau tidak nyata.

"Padahal kita tahu elektabilitasnya dibuat-buat. Enggak pernah ada metode elektabilitas yang betul-betul transparan di Indonesia," kata Rocky Gerung di kanal YouTube-nya, Minggu (14/11).

Menurut dia, jika elektabilitas calon presiden yang dilaporkan oleh lembaga tersebut dibuat-buat.

Baca Juga: Ngabalin Kasih Respons Menohok ke Fadli Zon: Hidupnya Penuh dengan Fitnah!

Persentase elektabilitas yang dilaporkan dianggap oleh Rocky Gerung tidak bisa dipakai sebagai indikator jika tokoh politik tersebut layak untuk menjadi pemimpin negara.

"Seolah-olah karena elektabilitasnya tinggi, mereka bakal memimpin negara. Jangan mereka anggap yang akan memimpin negara," kata Gerung.

Menurut Rocky Gerung, para tokoh politik tersebut meminta untuk diasuh oleh surveyor. Hal tersebut dilakukan untuk mempertahankan presidential threshold.

"Kan enggak ada di antara surveyor yang ingin menguji mereka tanpa mempertahankan presidential threshold," bebernya.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Itu Cuma Anak Tiri di PDIP, Gak Heran Kalau Golkar Mau Meminang...

"Ini menunjukkan bahwa surveyor itu menguji apa yang dipesankan pemerintah yaitu ujilah kelayakan dan elektabilitas melalui tahapan-tahapan yang akhirnya berujung pada presidential treshold," sambungnya.

Survei capres terbaru dari lembaga Indonesia Survey Center mengungkapkan bahwa Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto memiliki elektabilitas moncer, dibanding capres lainnya. (*)

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan