Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Puan Maharani Jadi Capres 2024, Pengamat Sebut Ideologinya Top Cer!

Puan Maharani Jadi Capres 2024, Pengamat Sebut Ideologinya Top Cer! Kredit Foto: Twitter/Puan Maharani
Warta Ekonomi, Jakarta -

Analis komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, menyebut Puan Maharani mumpuni sebagai calon presiden karena memiliki jejak ideologis nasionalisme yang jelas dan kuat. 

"Harus saya sampaikan bahwa Puan satu-satunya calon yang saat ini memiliki jejak ideologis yang jelas dan pasti. Jangan lupa, Puan adalah anak ideologis sekaligus anak biologis nasionalisme," ungkap Emrus saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk ‘Puan Maharani Calon Presiden : Kenapa Tidak?,’ di Jakarta, Selasa 16 November 2021. 

Baca Juga: Dilaporkan Luhut Pandjaitan, Haris Azhar-Fatia Disebut Sombong karena...

Soal ideologi, kata Emrus, calon pemimpin itu bukan sekadar dillihat berdasarkan popularitas semata. Maka kembali soal ideologi nasionalisme, sosok Puan yang juga Ketua DPR, tak diragukan lagi. 

Karena lanjutnya, menjadi pemimpin yang bermodalkan popularitas bisa saja dipoles untuk memanipulasi persepsi publik. Dan Puan pun disebut Emrus, merupakan sosok yang tidak mengandalkan pencitraan melulu.

Itu terbukti pula sebelumnya, saat cucu sang Proklamator itu menjabat Menteri Koordinator PMK. Ia terbilang berhasil karena di bawahnya banyak mengurusi persoalan kesehatan, pendidikan dan pembangunan manusia.

 "Jadi populer itu hanya di permukaan saja sifatnya. Bukan substantif mengenai kualitas seorang pemimpin," kata Emrus.

"Saatnya wacana publik kita geser ke kualitas pemimpin bukan sekadar popularitas. Selain itu Puan juga punya manajerial skill dan leadership skill yang baik dan ada keunggulan lain seorang Puan karena dia adalah seorang Ibu. Seorang Ibu memiliki kemampuan mengayomi anak-anak," sambung Emrus.

Sementara itu, Peneliti senior dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus, menyebut Puan sebagai pimpinan parlemen punya ruang yang besar untuk mengoptimalkan perannya.

Lucius pun memberi gambaran, jika mengacu informasi terakhir KPU yang akan menggelar Pemilihan Presiden di Februari 2024. 

Maka 8 bulan sebelumnya atau tahapan sudah dimulai, di tahun 2023 lah Puan bisa melakukan kerja - kerja politik untuk mendongkrak elektabilitasnya.  

“Sejauh ini pemanfaatan ruang publik perlu digeluti dengan maksimal,” ujarnya.

Baca Juga: Anggota MUI Diringkus, Mardani Ali Sera Langsung Singgung Soal Kriminalisasi Ulama

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan