Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tegas! MUI Perlu Diaudit Ideologinya, Mungkin Saja Sudah Terpapar Terorisme...

Tegas! MUI Perlu Diaudit Ideologinya, Mungkin Saja Sudah Terpapar Terorisme... Kredit Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
Warta Ekonomi -

Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi meminta audit ideologi dilakukan di Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hal itu setelah, salah satu pengurus yakni anggota Komisi Fatwa MUI Pusat Ahmad Zain An-Najah ditangkap Densus 88 Antiteror.

Dia diduga ditangkap bersamaan dengan Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustaz Ahmad Farid Okbah.

Baca Juga: Siap-Siap! Minggu Depan Akan Diumumkan Rencana Reuni Akbar 212

“Kayaknya perlu ada audit ideologi di MUI. Kalau tokoh komisi fatwanya saja terpapar ajaran teroris, mungkin ajaran itu sudah merebak di MUI,” kata Eko di akun Twitter @_ekokuntadhi, Rabu (17/11/2021).

Dia pun menyindir lembaga sekelas MUI yang menggunakan dana APBN bisa terpapar terorisme.

“Masa LSM yang dibiayai APBN jadi sarang penyamun?,” ungkapnya.

Kayaknya perlu ada audit ideologi di MUI. Kalau tokoh komisi fatwanya saja terpapar ajaran teroris, mungkin ajaran itu sudah merebak di MUI.

Sebelumnya, Sekjen MUI Anwar Abbas angkat suara terkait tiga terduga teroris yang ditangkap di Pondokmelati, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/11/2021).

Salah satunya yang ditangkap adalah anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Ahmad Zain An-Najah.

Ketika ditanya apakah MUI kecolongan ada anggotanya yang terkait terorisme, Anwar mengatakan, yang lebih kecolongan lagi adalah negara karena di kalangan rakyatnya ada jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) dan kotak amal Teroris.

Baca Juga: Anggota MUI Diringkus, Mardani Ali Sera Langsung Singgung Soal Kriminalisasi Ulama

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan