Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Perusahaan Milik Taipan Pieter Tanuri Dulu Tekor, Sekarang Keuntungannya Lebih Gede dari Pendapatan!

Perusahaan Milik Taipan Pieter Tanuri Dulu Tekor, Sekarang Keuntungannya Lebih Gede dari Pendapatan! Kredit Foto: Indosport.com
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) mengantongi laba bersih senilai Rp114,37 miliar pada kuartal ketiga 2021. Capaian tersebut berbanding terbalik dari kuartal ketiga 2020 lalu, di mana klub sepak bola milik konglomerat Pieter Tanuri ini merugi sebesar Rp22,40 miliar.

Merujuk ke laporan keuangan perusahaan, laba bersih pemilik Bali United ini bahkan lebih besar dari pendapatan dalam sembilan bulan pertama tahun 2021. Secara tahunan, pendapatan BOLA naik 38,12% dari Rp63,14 miliar per September 2020 menjadi Rp87,22 miliar per September 2021. Baca Juga: Pakuwon Jati Milik Alexander Tedja Kantongi Laba Bersih Rp721 Miliar pada Kuartal Ketiga

Dari segmen manajemen klub, pendapatan komersial perusahaan naik signifikan dari Rp6,34 miliar pada Q320 menjadi Rp18,26 miliar pada Q321. Kemudian, pendapatan kontribusi pertandingan bersih turun dari sebelumnya Rp3,40 miliar menjadi Rp1,85 miliar. Pendapatan dari sponsor juga harus terpangkas dari Rp46,91 miliar menjadi Rp30,67 miliar.  Baca Juga: Harga Emas 24 Karat Hari Ini Anjlok Berjemaah!

Meski begitu, pendapatan live video streaming dan rekaman video meningkat tajam dari Rp1,41 miliar pada September 2020 menjadi Rp31,89 miliar pada September 2021. Pendapatan lainnya mengalami penurunan dari Rp5,09 miliar menjadi Rp4,54 miliar.

Faktor yang membuat laba bersih lebih besar daripada pendapatan BOLA ialah pendapatan keuangan yang melesat tajam dari Rp20,98 miliar menjadi Rp143,64 miliar. Ditambah lagi, BOLA memangkas beban keuangan dari awalnya Rp803,73 juta pada September 2020 menjadi Rp371,54 juta pada September 2021. Total aset BOLA meningkat dari Rp550,06 miliar pada akhir Desember 2020 menjadi Rp671,49 miliar pada akhir September 2021. 

Penulis: Lestari Ningsih
Editor: Lestari Ningsih

Bagikan Artikel:

Video Pilihan