Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kinerja Moncer, Sawit Sumbermas Sarana Resmi Masuk MSCI Small Cap Index

Kinerja Moncer, Sawit Sumbermas Sarana Resmi Masuk MSCI Small Cap Index Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Morgan Stanley Capital International atau MSCI Inc. mengumumkan hasil kajian terupdate MSCI Small Cap Index List yang diumumkan 11 November 2021.

Para punggawa anyar indek ini memang sudah dinantikan oleh pelaku pasar dan menjadi angin segar bagi emiten di Indonesia, mengingat MSCI menjadi salah satu acuan melihat saham-saham unggulan yang menjadi pilihan investasi.

MSCI Small Cap Indexes List, memiliki kriteria yang cukup sulit untuk menjadi bagian di dalamnya. Kriteria tersebut antara lain. Value, yaitu seberapa mahal valuasi harga suatu saham. Low Size, apakah emiten tergolong masuk ke perusahaan dengan kapitalisasi pasar kecil. Momentum, bagaimana momentum harga suatu saham. Quality, bagaimana kualitas neraca saldo perusahaan tersebut. Yield¸ berapa imbal hasil suatu saham, dan  Low Volatility, apakah saham tersebut memiliki volatilitas yang rendah.

Perhitungannya akan berlaku efektif mulai 1 Desember mendatang dan hasilnya telah dirilis Kamis (11/11/2021). 

Baca Juga: Ajib! Dari Cuma Ratusan Miliar Kini Untung Sawit Sumbermas Sarana Melambung Hingga Triliunan Rupiah

Yang patut kita cermati adalah, masuknya perusahaan sawit PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS). Tak heran jika SSMS masuk dalam indeks MSCI karena kinerja perseroan yang bisa dibilang sangat positif hingga sembilan bulan pertama tahun 2021.

Sebagai tambahan informasi, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mencatatkan laba bersih melonjak hingga 286,38 persen jadi Rp1,034 triliun di kuartal III-2021, naik signifikan dibandingkan periode sama tahun 2020 yang hanya Rp267,65 miliar.

Pendapatan per 30 September sebesar Rp3,688 triliun atau naik 35 persen dari sebelumnya Rp2,738 triliun secara yoy. Bahkan SSMS berhasil catatkan pendapatan usaha lain netto senilai Rp24,27 miliar, dimana posisi ini pada sebelumnya dicatatkan beban usaha senilai Rp169,16 miliar.

SSMS juga berhasil membukukan laba dari entitas asosiasi RpRp19,58 miliar. Pendapatan keuangan di sembilan bulan pertama tahun 2021 melonjak sangat signifikan jadi Rp505,57 miliar atau 128 persen dari pendapatan keuangan sebelumnya Rp222,04 miliar.

Posisi aset SSMS per 30 September tercatat senilai Rp13,39 triliun atau mengalami pertumbuhan 5 persen dari akhir tahun 2020 sebesar Rp12,77 triliun. 

Baca Juga: Incar Potensi Ekonomi Digital 2025, Emiten Venture Builder Siap Melantai di Bursa

Pertumbuhan itu disebabkan oleh ekuitas yang naik 16 persen jadi Rp5,64 triliun dari sebelumnya Rp4,87 triliun di periode 31 Desember 2020. Adapun total liabilitas sebesar Rp7,75 triliun atau turun 2 persen dari Rp7,90 triliun.

Penambahan sembilan saham baru dari Bursa Efek Indonesia ke MSCI Global Small Cap Indexes dinilai dapat membuatnya masuk ke dalam radar investor global. MSCI Small Cap Indonesia Indeks sendiri menggunakan enam faktor yang secara ekstensif diteliti di literatur akademis dan divalidasi oleh tim riset MSCI sebagai kunci penggerak risk and reward sebuah saham.

Tiga emiten yang keluar dari MSCI Small Cap Indonesia Index adalah emiten perdagangan suku cadang kendaraan PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA), emiten produsen suku cadang otomotif PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) dan anak usaha emiten BUMN karya, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).

Adapun sembilan perusahaan yang baru ditambahkan adalah sebagai berikut Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Indika Energy (INDY), Adi Sarana Armada (ASSA), Bank Aladin Syariah (BANK), Berkah Beton Sadaya (BEBS), BFI Finance Indonesia (BFIN), Digital Mediatama Maxima (DMMX), M Cash Integrasi (MCAS), Siloam International Hospitals (SILO).

Indeks MSCI Indonesia Small Cap dirancang untuk mengukur kinerja segmen small cap di pasar Indonesia yang saat ini sebelum perubahan memiliki 42 konstituen. Per Akhir Oktober 2021 indeks ini mencakup sekitar 14% dari dunia ekuitas Indonesia.

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Bagikan Artikel:

Video Pilihan