Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bedialog dengan Petani, Omongan Moeldoko Tegas Banget: Jangan Berharap Bantuan Terus

Bedialog dengan Petani, Omongan Moeldoko Tegas Banget: Jangan Berharap Bantuan Terus Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi -

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko meminta para petani untuk pintar mencari peluang dan tidak tergantung pada bantuan pemerintah.

"Petani harus berdaya, jangan berharap bantuan terus, jangan mau miskin terus," kata Moeldoko saat berdialog dengan para petani cabai di Zona SP4 Desa Dehegila, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, sebagaimana siaran pers KSP diterima di Jakarta, Minggu.

Dalam dialog itu, Moeldoko merespons salah satu petani cabai SP4 di Desa Dehegila, Pulau Morotai bernama Imam yang mengadu kepada Moeldoko mengenai keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta buruknya kondisi jalan menuju areal perkebunan yang masih berupa tanah liat.

Baca Juga: Setelah Diusir Massa, Moeldoko Blak-blakan: Saya Mencoba...

"Kami masih butuh traktor untuk mengolah tanah Pak. Jalan menuju lahan juga masih begini (berupa tanah liat)," ujar Imam.

Kepala KSP menantang petani untuk terus memberdayakan diri dan memanfaatkan setiap peluang. Moeldoko, yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), mengatakan bahwa Pemerintah sudah membuka pintu lebar untuk pengembangan sektor pertanian, terutama untuk pengembangan tanaman hortikultura.

"Pemerintah sudah berikan akses kredit usaha rakyat (KUR) yang bisa jadi modal usaha petani, seperti biaya pengolahan tanah, tenaga kerja, dan peralatan pertanian. Maka itu, segera bergabung dengan gapoktan (gabungan kelompok tani) agar bisa merasakan manfaatnya," katanya.

Menurut KSP, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai telah mengembangkan sektor tanaman hortikultura di wilayahnya. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar, pengembangan tanamam hortikultura itu juga untuk meningkatkan mutu hasil panen produk pertanian Pulau Morotai agar dapat bersaing dengan daerah lain.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan