Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pengamat Blak-blakan Soal Kemungkinan Prabowo di Pilpres 2024: Sangat Ambisius

Pengamat Blak-blakan Soal Kemungkinan Prabowo di Pilpres 2024: Sangat Ambisius Kredit Foto: Twitter/Prabowo Subianto
Warta Ekonomi -

Pengamat Komunikasi dan Politik Jamiluddin Ritonga mencoba menakar peluang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.

"Prabowo juga sudah mendapat dukungan penuh dari internal partainya," ujar Jamiluddin Ritonga kepada GenPI.co, Sabtu (27/11).

Selain itu, Prabowo Subianto kerap menduduki tiga besar dengan elektabilitas tertinggi dalam berbagai lembaga survei kredibel.

Baca Juga: Natalius Pigai Sebut Puan Maharani dan Prabowo Sosok Pemimpin yang Dibutuhkan Bangsa Ini

"Namun, Prabowo terus dibayang-bayangi oleh Sandiaga Salahudin Uno," tambahnya.

Menurut akademisi dari Universitas Esa Unggul itu, dua sosok tersebut memang paling potensial dari Partai Gerindra untuk maju pada Pilpres 2024.

Namun, Jamiluddin menyebut nilai jual Prabowo Subianto sudah menurun sejak dirinya masuk dalam kabinet Jokowi, meski banyak kader Partai Gerindra atau pendukung Prabowo nggak percaya.

"Karena itu, bila Prabowo tetap dipaksakan maju pada Pilpres 2024, dihawatirkan akan kembali kalah," jelasnya.

Jamiluddin juga meminta agar Partai Gerindra dapat mempertimbangkan Sandiaga Salahudin Uno untuk dimajukan pada Pilpres 2024.

"Di eksternal Gerindra, Sandiaga juga punya elektabilitas moncer dan punya pendukung fanatik, terutama dari emak-emak," tuturnya.

Baca Juga: Ijtimak Ulama dan Pemuda Dukung Sandiaga Maju Pilpres 2024

Namun, yang menjadi masalah yakni Prabowo Subianto tidak akan rela menyerahkan capres ke Sandiaga Uno.

"Di politik Prabowo sangat ambisius, juga kader Gerindra cenderung lebih memilihnya," pungkasnya.(*)

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan