Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tim Kesehatan Biden Rapat Darurat Bahas Omicron, Kian Genting?

Tim Kesehatan Biden Rapat Darurat Bahas Omicron, Kian Genting? Kredit Foto: Reuters/Jonathan Ernst
Warta Ekonomi, Washington -

Kemunculan virus korona yang baru, Omicron, mendorong tim kesehatan pemerintah Presiden Amerika Serikat Joe Biden menggelar rapat darurat, Sabtu (27/11). Tiga pejabat pemerintah AS mengatakan, tim itu juga membahas kebutuhan mempercepat pemberian vaksin booster dalam beberapa pekan ke depan.

“Para pejabat tinggi bidang kesehatan dan tim tanggap Covid terus memonitor perkembangan terakhir tentang Omicron dan terus berhubungan dengan para pejabat kesehatan di seluruh dunia,” demikian pernyataan Gedung Putih, Sabtu.

Baca Juga: Omicron, Varian Baru Covid-19 dari Afrika Selatan, Mengapa WHO Menamainya Demikian?

Tim kesehatan Biden dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), Departemen Kesehatan, dan Gedung Putih menggelar serangkaian rapat selama dua hari. AS telah melarang perjalanan ke Afrika Selatan dan tujuh negara sekitarnya.

Saat berita ini ditulis, AS belum menemukan kasus Omicron di negaranya. Namun, ahli penyakit menular terkemuka di AS, Dr Anthony Fauci, mengaku tak akan terkejut jika varian itu sudah ada di AS.

“Saat ada virus yang memiliki tingkat penyebaran seperti ini dan kita sudah (telanjur) memiliki kasus terkait perjalanan bahwa kasus ini ada juga di Israel, Belgia, dan tempat lain. Dengan adanya virus seperti ini, maka nyaris pada akhirnya akan menyebar,” kata Fauci kepada televisi NBC, Sabtu.  

Fauci dan petinggi tim kesehatan Biden telah meninjau data terbatas mengenai Omicron. Set data itu fokus pada varian mana yang dapat menyebar.

"Satu hal yang sudah jelas (Omicron) sangat menular. Alasan Anda menutup perbatasan adalah untuk mengulur waktu sehingga Anda memiliki persiapan yang lebih baik dan belajar lebih banyak mengenai varian itu," kata Fauci.

Fauci mengatakan, berdasarkan mutasi yang diidentifikasi ilmuwan, varian Omicron ini sepertinya lebih menular dibandingkan yang lainnya, termasuk varian Delta. “Kita memang belum tahu pasti, namun kita harus berasumsi demikian,” katanya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pertama kali menerima laporan mengenai varian baru pada 24 November lalu. Varian ini tampaknya berpotensi meningkatkan risiko infeksi. Para ilmuwan mengatakan, varian ini yang menyebabkan lonjakan kasus infeksi provinsi terbesar di Afrika Selatan, Guateng, baru-baru ini. Kasus itu kemudian menyebar ke seluruh negeri.

Varian ini telah terdeteksi di Afrika Selatan, Belgia, Hong Kong, Israel, dan Botswana. Pada Jumat (26/11) lalu, WHO menetapkan varian itu sebagai variant of concern atau varian yang mengkhawatirkan. Varian ini berpotensi mengganggu penanganan pandemi Covid-19 di seluruh dunia dan menyebabkan kemunduran dalam menahan penyebaran virus.

Hingga saat ini pemerintah meminta warga AS untuk mematuhi pedoman kesehatan yang dikeluarkan CDC dan mendaftarkan untuk vaksin booster. Belum ada rencana untuk mengimplementasikan langkah perlindungan yang lain.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan