Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Waduh... Fadli Zon Sudah Tidak Sejalan dengan Prabowo, Kemungkinan Akan Pindah ke Partai Ini

Waduh... Fadli Zon Sudah Tidak Sejalan dengan Prabowo, Kemungkinan Akan Pindah ke Partai Ini Kredit Foto: Twitter/Fadli Zon
Warta Ekonomi, Jakarta -

Setelah ditegur oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, beredar kabar bahwa Anggota DPR RI Fadli Zon sudah diincar oleh sejumlah partai untuk diajak bergabung.

Isu tersebut semakin meluas sejak hilangnya kabar Fadli Zon dari media sosial selama 2 minggu.

Baca Juga: Kasihan Fadli Zon, Baru Saja Muncul Kembali di Medsos, Eh Langsung Dilaporkan

Terlebih lagi, Juru bicara Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya sempat membuka pintu Partai Ummat bagi Fadli Zon.

Tidak hanya itu, Mantan Ketua DPR Fahri Hamzah juga acap kali mencari-cari Fadli Zon di media sosial.

Hal tersebut juga membuat dugaan tersebut mengarah pada adanya kemungkinan kader Gerindra itu pindah ke Partai Gelora.

"Mungkin saja (ada keinginan pindah ke partai Gelora), karena Pak Fadli merupakan tokoh yang sudah punya dukungan nasional," jelas Arie Putra, Pendiri Total Politik kepada GenPI.co, Minggu (28/11).

Sebab, menurut Arie Putra, Fadli Zon merupakan sosok yang juga diperhitungkan dan namanya diperlukan untuk mendongkrak suara sebuah partai baru.

"Apalagi, politik Menhan Prabowo sudah berbeda dengannya. Pak Prabowo semakin menikmati posisi politiknya hari ini," ungkapnya.

Menurut Arie Putra, perbedaan visi misi antara Prabowo Subianto dan Fadli Zon bisa menjadi penyebab utama Fadli Zon mungkin harus pindah ke partai lain.

"Prabowo sudah bermain di antara elite-elite, berbeda dengan dulu yang lebih banyak bertemu dengan kelompok massa," jelasnya.

Baca Juga: Pedas! Rocky Gerung Bandingkan Fadli Zon dengan Bamsoet: Lebih Baik Bamsoet Menghilang

"Ini ujian juga untuk Beliau, yang ingin menapak jalan politik yang lebih tinggi," tandansya.

Namun, baru-baru ini Fadli Zon muncul kembali di media sosial Twitter dan melakukan kritik kepada UU Cipta Kerja Omnibus Law seperti biasa.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan