Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sikap Fadli Zon Kritik Pemerintah Ternyata Bikin Prabowo Subianto Terganggu

Sikap Fadli Zon Kritik Pemerintah Ternyata Bikin Prabowo Subianto Terganggu Kredit Foto: Twitter/Fadli Zon
Warta Ekonomi, Jakarta -

Akademisi politik TB. Massa Djafar menilai bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pasti merasa terganggu dengan sikap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

Pasalnya, Fadli Zon hingga dua minggu lalu masih aktif menyerang pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi, sementara Prabowo sudah mendukung.

Baca Juga: Pengamat Menyebut Fadli Zon Sudah Tak Sejalan dengan Prabowo: Prabowo Sudah Bermain di Antara...

Hal itulah yang akhirnya membuat Prabowo mengambil langkah tegas dengan menegur Fadli 

“Kritikan-kritikan Fadli itu pasti mengganggu kinerja dan kepentingan politik Prabowo sebagai ketua partai pendukung pemerintah,” ujarnya kepada GenPI.co, Minggu (28/11/2021).

Meski demikian, Massa menilai bahwa sikap kritis Fadli Zon sebenarnya juga tidak salah.

Pasalnya, Fadli Zon berada di parlemen karena dipilih oleh masyarakat dan ia harus membawa kepentingan konstituennya.

“Fadli juga membawa kepentingan konstituennya, sehingga wajar kalau dia masih membawa amanat para pemilihnya,” ungkap Massa.

Oleh karena itu, satu-satunya cara memastikan keseimbangan tersebut berjalan adalah dengan memberikan kritik yang memiliki dasar kuat.

Sebab, dasar yang kuat dari setiap kritik Fadli Zon membuktikan bahwa dirinya adalah politisi cerdas.

“Itu artinya Fadli adalah politisi yang masih memegang teguh kepercayaan yang diberikan rakyat kepada dirinya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Massa menegaskan bahwa politisi tak seharusnya memilih antara kepentingan rakyat dan partai politik.

Jika harus memilih di antara dua pilihan itu, politisi yang cerdas tentu harus bisa memilih kepentingan rakyat di atas segala-galanya.

“Di situlah kualitas seorang politisi diuji, apakah dia punya komitmen kuat. Secara hitung-hitungan tentu akan lebih besar mendukung kepentingan partai, tetapi membela kepentingan rakyat adalah urusan moral,” papar Massa.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Populis. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Populis.

Editor: Alfi Dinilhaq

Bagikan Artikel:

Video Pilihan