Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Omicron Terdeteksi di Afrika, China Janjikan 1 Miliar Dosis Vaksin buat Afrika, Kebetulan?

Omicron Terdeteksi di Afrika, China Janjikan 1 Miliar Dosis Vaksin buat Afrika, Kebetulan? Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Beijing -

Presiden China Xi Jinping mengatakan, negaranya akan menawarkan satu miliar dosis vaksin Covid-19 tambahan ke negara-negara Afrika. Hal itu disampaikan saat Afrika tengah menghadapi kekhawatiran terkait penemuan dan penyebaran varian omicron.

"Kita harus berjuang bersama melawan Covid. Kita harus memprioritaskan perlindungan rakyat kita dan menutup kesenjangan vaksinasi," kata Xi dalam pidato virtualnya di acara Forum on China-Africa Cooperation yang digelar di Diamniadio, Senegal, Senin (29/11/2021).

Baca Juga: Negaranya Dituding Jadi Asal Muasal Omicron, Presiden Afrika Selatan Buka Suara: Saya Kecewa

Xi mengungkapkan, dari satu miliar dosis vaksin, 600 juta di antaranya bakal disumbangkan secara langsung oleh China. Sementara 400 juta sisanya datang dari sumber lain, seperti investasi di lokasi produksi.

Selain vaksin, Xi akan mendorong perusahaan-perusahaan Negeri Tirai Bambu untuk berinvestasi setidaknya 10 miliar dolar AS selama tiga tahun ke depan di negara-negara Afrika.

Sejak awal pandemi, China sudah menyumbang hampir 200 juta dosis vaksin untuk negara-negara Afrika. Namun, para kritikus menuding kemurahan hati Beijing merupakan bagian dari "serangan" diplomatik.

Tingkat vaksinasi Covid-19 di Afrika masih rendah dibandingkan negara-negara lain di dunia. Banyak negara di benua tersebut masih bergantung pada bantuan asing untuk melakukan vaksinasi.

Hal itu karena minimnya fasilitas produksi lokal dan mahalnya biaya pembelian vaksin dalam skala besar. Pada September lalu, Uni Afrika menuding produsen vaksin Covid-19 tak memberi kesempatan adil bagi negara-negara Afrika untuk membeli produk mereka.

Uni Afrika mendesak negara-negara produsen, khususnya India, mencabut pembatasan ekspor vaksin dan komponennya. Saat itu, dari 5,7 miliar dosis vaksin Covid-19 yang telah diberikan di seluruh dunia, hanya dua persen disalurkan ke Afrika.

Utusan Khusus Uni Afrika untuk Covid-19 Strive Masiyiwa menekankan, Uni Afrika memiliki target untuk memvaksinasi 60 persen populasinya.

Mereka dan para mitranya berharap membeli separuh dari jumlah dosis yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut, sementara sisanya diharapkan dapat diperoleh dari sumbangan Covax yang didukung WHO dan Gavi.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan