Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Petinggi PPP Blak-blakan Soal PAN Kemungkinan Mengisi Kursi Menteri Jokowi: Dulu 'Baku Pukul'...

Petinggi PPP Blak-blakan Soal PAN Kemungkinan Mengisi Kursi Menteri Jokowi: Dulu 'Baku Pukul'... Kredit Foto: Twotter/Arsul Sani
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengaku keberatan jika Partai Amanat Nasional (PAN) mendapat kursi menteri di Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Arsul menyinggung PAN yang sempat berseberangan dengan Jokowi pada Pilpres 2019. Sementara, PPP yang dulu berjuang dalam koalisi kini hanya mendapat satu kursi di Kabinet.

Baca Juga: Kembali Ada Deklarasi Prabowo-Puan untuk 2024: Pasangan yang Akan Bisa Membuat Rakyat Semakin Makmur

“Nah, ini keluhannya temen-temen PPP, nih. Kalau PAN yang dalam pilpres dapat satu menteri padahal posisinya dulu baku pukul, nah PPP tetep juga satu menteri ada yang bilang, ada yang bilang, ya, kok, kita ini kasihan banget, hahaha,” kata Arsul di gedung DPR, Senayan, Senin (29/11).

Meski begitu, Arsul tak mengatakan kapan pastinya reshuffle akan digelar. Arsul berharap partainya mendapat jatah di kursi kabinet Jokowi.

Namun, hingga saat ini Arsul mengaku tak mendapatkan informasi terkait isu reshfulle yang berhembus.

“Pengalaman dari kemarin-kemarin, itu tidak pernah diomongkan termasuk dengan pimpinan parpol jauh-jauh hari,” katanya.

Sejumlah pihak menilai bergabungnya PAN adalah salah satu upaya Jokowi memperkuat jajaran parpol pendukungnya.

“Wajar kalau ada tanggapan seperti itu [oposisi melemah]. Cuma saya mau menyampaikan, curhat. Jadi, kan, posisi koalisi sekarang sudah kuat,” katanya.

Baca Juga: Nicho Silalahi Tetap dalam Pendirian Reuni 212 di Patung Kuda: Jika Tidak Ada Nyali Kalian…

Tanpa adanya PAN masuk di kabinet Jokowi saat ini tak memengaruhi apapun.

“Tanpa tambahan parpol saja sudah kuat. Berbeda posisinya dengan kebutuhan untuk menarik Gerindra saat itu,” pungkasnya.(*)

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan