Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Nah Kan... Habib Rizieq Kena Skakmat, Jangan Ngaku Ulama Kalau Doa yang Jelek-Jelek!

Nah Kan... Habib Rizieq Kena Skakmat, Jangan Ngaku Ulama Kalau Doa yang Jelek-Jelek! Kredit Foto: Twitter/Habib Rizieq
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Barisan Ksatria Nusantara (BKN) Muhammad Rofi`i Mukhlis tampak menyesal dengan seruan terbaru Eks pentolan FPI Muhammad Rizieq Shihab (MRS) kepada umat Islam untuk mendoakan kehancuran bagi pembunuh 6 Laskar FPI.

Ia menilai Habib Rizieq tengah mendoakan keburukan bagi dirinya sendiri.

“Siapapun yang mendoakan jelek, mendoakan kehancuran bagi orang lain yang belum terbukti bersalah, maka doa yang jelek ini kembali kepadanya dirinya sendiri. Terbukti kini MRS dipenjara atas perbuatannya sendiri,” cetusnya, seperti dilansir Pojoksatu.id, Senin (6/12/2021).

Baca Juga: Menggelegar! Amanat Habib Rizieq: Reuni 212 Layak Digelar Setiap Tahun!

Karena itu, pihaknya pun mengingatkan agar Rizieq dapat menjga adab jika dirinya benar seorang ulama.

“Sekali lagi, janganlah, apalagi mengaku ulama, mendoakan yang jelek-jelek kepada orang lain yang justru dirinya yang terhinakan,” imbuhnya.

Diketahui, seruan keras 7/12 dari Habib Rizieq Shihab terkait tragedi KM 50.  "Acara haul digelar setelah Maghrib sampai isya dengan diisi dengan Tahlil, Yasin, dzikir & doa bagi para syuhada," tulis Habib Rizieq.

"Diserukan kepada segenap Habaib & Ulama, serta Pimpinan Masjid & Musholla, Pesantren & Madrasah, Majelis Dzikir & Ta’lim, Ormas & Perkumpulan, serta Pemukiman & Perumahan, untuk menggelar HAUL 6 SYUHADA secara serentak di tempat masing-masing, tulis seruan Habib Rizieq.

Lanjutnya, ia mengatakan doa tersebut dikhususkan  bagi 6 laskar FPI yang meninggal pada 7 Desember tahun lalu dalam tragedi KM 50 Jalan Tol Jakarta Cikampek.

"Serta doa untuk keselamatan negeri, sekaligus doa untuk kehancuran bagi semua pihak yang terlibat dalam pembantaian sadis dan biadab pada Tragedi KM 50," tambah Rizieq.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Populis. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Populis.

Editor: Rosmayanti

Bagikan Artikel:

Video Pilihan