Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Urutan Pada Survei Jauh Dibawah, Kasihan Puan Maharani Tidak Kebagian Tempat di Antara Para Capres

Urutan Pada Survei Jauh Dibawah, Kasihan Puan Maharani Tidak Kebagian Tempat di Antara Para Capres Kredit Foto: Twitter/Puan Maharani
Warta Ekonomi -

Elektabilitas Ketua DPR Puan Maharani tercecer di antara tokoh yang bakal maju sebagai capres. Seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Sandiaga Uno.

Pada survei yang dilakukan Indonesia Political Opinion (IPO), Anies mengugguli Ganjar Pranowo dan Menparekraf Sandiaga Uno.

Baca Juga: Jos! Sandiaga Uno Masuk Lima Besar Calon Presiden Bila...

Hal tersebut terlihat pada survei IPO dengan menyuguhkan 15 nama teratas.

"Dengan simulasi 15 nama, Anies Baswedan di puncak dengan keterpilihan 21,6 persen. Disusul Ganjar Pranowo 14,8 persen dan Sandiaga Uno 13,9 persen," kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah, Sabtu (4/12).

Menariknya, kata Dedi, Prabowo Subianto di urutan kelima mendapat 9,1 persen. Sedangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dipilih sebanyak 9,1 persen.

Bahkan Puan Maharani yang disiapkan PDIP sebagai calon presiden masih tercecer di posisi 8 dan kalah unggul dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Ridwan Kamil menempati posisi enam dengan 5,2 persen. Menyusul Zulkifli Hasan 4,3 persen dan Puan Maharani 3,5 persen.

Di luar nama di atas mendapatkan elektabilitas di bawah 2 persen, mulai dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri BUMN Erick Thohir, hingga Mendagri Tito Karnavian.

Survei ini melibatkan 1.200 responden pada 29 November sampai 2 Desember 2021 dengan metode multistage random sampling. Margin of error 2,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga: Prediksi Pasangan Pilpres 2024: Prabowo-Puan VS Anies-Ahy, Begini Skenarionya

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan