Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Lawan Kebencian Terhadap Sawit, CPOPC Fokus Produksi Sawit Berkelanjutan

Lawan Kebencian Terhadap Sawit, CPOPC Fokus Produksi Sawit Berkelanjutan Kredit Foto: Antara/Akbar Tado
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sepanjang tahun 2021, nilai ekspor minyak sawit dari negara-negara produsen sawit di dunia yang tergabung dalam Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) mencapai US$29 miliar. Terjadi peningkatan yang signifikan yakni mencapai 155 persen, dibandingkan tahun sebelumnya.

"Peningkatan ekspor ini menunjukkan adanya ketahanan dan krusialnya peran sektor kelapa sawit dalam mendukung dan mempercepat pemulihan ekonomi global di tengah serangan pandemi Covid-19," kata Menteri Koordinator Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, melalui siaran pers dalam Pertemuan Tingkat Menteri ke-9 CPOPC, dilansir dari laman Elaeis.co.

Baca Juga: APKASINDO Apresiasi Program Pembinaan Petani Sawit oleh BPDPKS dan UKM Center FEB UI

Indonesia sendiri, kata Airlangga, memanfaatkan momentum positif tersebut dengan mewujudkan pembangunan kelapa sawit berkelanjutan. Termasuk, melakukan finalisasi sertifikasi rantai pasok sawit di sektor hilir.

Kendati demikian, disampaikan Airlangga, pihaknya mencatat terjadi tren kebijakan diskriminatif yang berkembang di sejumlah negara terhadap kelapa sawit. "Ini tentu akan merugikan pembangunan sektor kelapa sawit," katanya.

Kegelisahan yaang sama juga dirasakan para produsen sawit lainnya. Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Datuk Zuraida Kamaruddin, misalnya, menyebutkan, Malaysia sangat prihatin terhadap berkembangnya sentimen antisawit yang dihembuskan sejumlah pihak.

"Propaganda dan kebencian terhadap minyak sawit telah berubah menjadi lebih serius dan itu adalah sesuatu yang perlu dilawan oleh CPOPC dengan cara yang lebih efektif," tegas Datuk Zuraida.

Datuk Zuraida meminta CPOPC untuk melawan kampanye hitam tersebut dengan menggunakan kemajuan teknologi saat ini, termasuk memanfaatkan platform siber, guna menghempas hoaks tentang sawit.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pertanian dan Peternakan Honduras, David Wainwright, meminta CPOPC untuk lebih gigih menuntut perlakuan yang lebih adil bagi minyak sawit yang diproduksi secara berkelanjutan.

Menteri Pertanian dan Peternakan Papua Nugini, John Simon, menegaskan bahwa CPOPC harus memiliki satu suara untuk melawan hambatan perdagangan sekaligus membuktikan praktik keberlanjutan minyak sawit dan tantangan pembangunan di berbagai negara di dunia.

Wakil Menteri Pertanian Kolombia, Juan Gonzalo Botero, juga menyampaikan hal yang sama. Namun, pihaknya meminta CPOPC untuk juga menguatkan dan mendukung kampanye, promosi, penelitian, dan studi secara global guna membangun kerangka kerja yang bisa mengatur prinsip produksi kelapa sawit berkelanjutan.

Penulis: Ellisa Agri Elfadina
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan