Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pengamat Sebut Harta Kekayaan Kaesang Tak Perlu Diperiksa, Nicho Silalahi Bersuara: Penjilat yang...

Pengamat Sebut Harta Kekayaan Kaesang Tak Perlu Diperiksa, Nicho Silalahi Bersuara: Penjilat yang... Kredit Foto: Twitter/Nicho Silalahi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nama anak Presiden Jokowi, Kaesang cukup ramai menjadi perbincangan akhir-akhir ini. 

Bukan tanpa alasan, dirinya mendapat sorotan publik berkaitan dengan harta kekayaannya. Kaesang diketahui membeli saham yang cukup besar.

Itu bukanlah sebuah masalah, tetapi beberapa pihak menyoroti sumber kekayaan anak dari orang nomor satu di Indonesia tersebut. Beberapa pihak bertanya-tanya bagaimana bisa Kaesang membeli saham yang begitu besar sedangkan usaha yang dilakukan Kaesang dianggap dianggap belum seberapa.

Atas dasar itu tidak sedikit suara yang meminta diaudit atau diperiksa sumber kekayaan dari Kaesang ini karena dikhawatirkan menyeret nama besar sang Ayah. 

Baca Juga: Anies Lagi Anies Terus… Anies Baswedan Disorot Soal Upah Buruh, Musni Umar Bersuara: Salah Alamat!

Pengamat pun bersuara, menurut salah seorang pengamat, Kaesang tidak perlu diperiksa karena bukan pejabat publik. 

"Semestinya tidak perlu diperiksa. Karena, Kaesang bukan pejabat publik yang miliki kewajiban melaporkan harta kekayaan," ujar Dedi Kurnia Syah sebagaimana dikutip dari GenPI.co, Sabtu (18/12/2021).

Mengetahui hal tersebut, Nicho Silalahi, seorang aktivis dan juga pegiat media sosial bersuara melalui cuitan di Twitternya.

Menurut Nicho, pernytaan pengamat tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan. Bahkan dia terang-terangan menyebut bahwa bisa jadi ada pengamat yang sebenarnya adalah penjilat.

"Penjilat yang ngaku pengamat banyak banget loh," cuit Nicho dalam akun Twitter pribadi sebagaimana dikutip di Jakarta, Minggu (19/12/21).

Baca Juga: Musni Umar Pasang Badan Buat Anies, Sumur Resapan Anak dan Menantu Jokowi Kena Semprot!

Dirinya menyoroti potensi terjadinya KKN pada pejabat tinggi yang bisa saja menyeret anak-anak mereka. 

Penulis: Bayu Muhardianto
Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan