Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pemerintah Bilang Mayoritas Varian Omicron dari Arab dan Turki

Pemerintah Bilang Mayoritas Varian Omicron dari Arab dan Turki Kredit Foto: Djati Waluyo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan secara kumulatif kasus Covid-19 varian Omicron paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi.

Mayoritas kasus konfirmasi omicron adalah mereka yang sudah lengkap vaksinasi Covid-19. Nadia mengungkapkan sebanyak 99% kasus Omicron yang diisolasi memiliki gejala ringan atau tanpa gejala.

Ada 97% kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan berasal dari Provinsi DKI Jakarta. Selanjutnya sebanyak 4,3% kasus memiliki komorbid seperti Diabetes Melitus dan Hipertensi, serta 1% kasus membutuhkan terapi oksigen.

''Selain itu, perlu penyiapan isolasi terpusat di DKI Jakarta dan aktivasi program telemedicine untuk isolasi mandiri di DKI Jakarta. Pasien dengan komorbid dengan tingkat keparahan apa pun dirawat di rumah sakit,'' katanya di Jakarta, kemarin.

Baca Juga: Pintu Masuk Indonesia Ditutup bagi WNA 14 Negara, Ini Daftarnya

Kementrian Kesehatan juga merekomendasikan asesmen kebutuhan konsentrator oksigen atau isotank di daerah dengan peningkatan kasus perawatan seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Sulawesi Utara.

Dari hasil pemantauan, sebagian besar kondisinya ringan dan tanpa gejala. Gejala paling banyak adalah batuk dan pilek.

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan