Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pansus BLBI DPD RI Diminta Jangan Jadi Kuda Troya Kepentingan Politik

Pansus BLBI DPD RI Diminta Jangan Jadi Kuda Troya Kepentingan Politik Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) mengingatkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI)agar tidak menjadikan Panitia Khusus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Pansus BLBI) ini sebagai kuda troya kepentingan politik.

Untuk itu, Pansus BLBI DPD RI ini harus benar-benar maksimal bekerja mengurai benang kusut kasus Megaskandal keuangan negara ini. “Kami sebagai elemen civil society akan terus mengawal kerja Pansus BLBI DPD RI ini. Jangan sampai mereka masuk angin dan menjadikan Pansus BLBI sebagai ajang barter politik,” ujar Sekjen HMS, Hardjuno Wiwoho di Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Sebelumnya, DPD RI mengesahkan pembentukan tiga Pansus di awal tahun 2022.Tiga Pansus yang dibentuk DPD RI adalah, Pansus Polymerase Chain Reaction(PCR), Pansus Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) dan Pansus BLBI.

Baca Juga: Hindari Utang, Satgas BLBI Eksekusi 4,7 Juta Meter Lahan Texmaco

“Mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi waktu kerja pansus dalam membahas isu-isu terkait langsung dapat bekerja setelah disahkan dan disetujui komposisi dan keanggotaan pansus pada sidang kali ini,” ucap Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono pada pembukaan Sidang Paripurna, Selasa (11/1).

Hardjuno menegaskan kasus BLBI adalah peristiwa extra ordinary cryme yang merupakan peristiwa kejahatan ketika negara sedang alami transisi dari pemerintah orde baru ke era reformasi.


Baca Juga: HMS Dukung Penuh Upaya Pemerintah Tuntaskan Kasus Mega Skandal BLBI

Untuk itu, dia berharap Pansus BLBI DPD RI ini harus bekerja semaksimal mungkin. Dengan demikian, kotak pandora kasus BLBI bisa terungkap.

"Kasus BLBI terjadi karena patut diduga ada kongkalikong tingkat tinggi. Adanya permainan yang sangat canggih dari para pejabat perbankan pada waktu itu,” terangnya.

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Bagikan Artikel:

Video Pilihan