Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kalang Kabut Dihantam Drone Houthi, Israel Gecep Pepet UEA Tawarkan Bantuan

Kalang Kabut Dihantam Drone Houthi, Israel Gecep Pepet UEA Tawarkan Bantuan Kredit Foto: AFP
Warta Ekonomi, Tel Aviv -

Israel menawarkan bantuan keamanan dan intelijen kepada Uni Emirat Arab (UEA). Hal ini menyusul serangan pesawat nirawak (drone) milik kelompok pemberontak Houthi ke Abu Dhabi yang menyebabkan tiga orang tewas.

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Putra Mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayed, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengungkapkan, negaranya berkomitmen menjalin kerja sama dengan Abu Dhabi untuk melawan pasukan ekstremis di kawasan.

Baca Juga: Memanas, Houthi Akui Serang UEA dengan Rudal dan Drone

“Kami akan terus bermitra dengan Anda untuk mengalahkan musuh bersama kita,” kata Bennett dalam suratnya, Selasa (18/1/2022), dikutip laman Al Arabiya.

“Kami siap menawarkan Anda dukungan keamanan dan intelijen untuk membantu Anda melindungi warga Anda dari serangan serupa. Saya telah memerintahkan badan keamanan Israel untuk memberikan bantuan apa pun kepada rekan-rekan mereka di UEA, jika Anda tertarik,” kata Bennett dalam suratnya menyinggung serangan pesawat nirawak Houthi ke Abu Dhabi.

Bennett kemudian kembali menegaskan bahwa Israel mendukung UEA. Ia berdiri bersama Sheikh Muhammad bin Zayed. "Dunia harus berdiri melawan teror,” ucapnya.

Israel dan UEA telah melakukan normalisasi diplomatik pada September 2020. Pada Senin (17/1/2022), serangan tiga pesawat nirawak ke Abu Dhabi menyebabkan kebakaran dan tiga kapal tanker meledak.

Tiga warga UEA tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Kebakaran lain terjadi di area pembangunan baru Bandara Internasional Abu Dhabi.

Milisi Houthi mengeklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed bersumpah, negaranya tak akan membiarkan insiden itu berlalu begitu saja. Dia menyebut, UEA berhak merespons serangan teroris dan eskalasi kriminal yang jahat itu. 

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan