Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Negara-negara Adidaya Terus Kirim Mesin Perang, Rusia dan Ukraina Sukses Seret Amerika

Negara-negara Adidaya Terus Kirim Mesin Perang, Rusia dan Ukraina Sukses Seret Amerika Kredit Foto: Reuters/Gleb Garanich
Warta Ekonomi, Kiev, Ukraina -

Dunia saat ini kian waswas. Negara-negara adidaya kini terus-terusan kirim mesin perang. Aroma kiamat tercium kian dekat.

Mobilisasi mesin perang yang tak ada habisnya ini dipicu konflik Rusia dan Ukraina. Amerika Serikat (AS) yang kerap menjadi dewa perang dunia ikut terseret.

Baca Juga: Amerika Mulai Larang Warganya Terbang ke Rusia karena...

Hubungan Rusia dengan Ukraina memanas sejak 2014. Kala itu muncul revolusi menentang supremasi Rusia.

Massa antipemerintah berhasil melengserkan mantan presiden Ukraina yang pro-Rusia, Viktor Yanukovych.

Kerusuhan bahkan sempat terjadi sebelum berdamai di 2015 dengan kesepakatan Minsk.

Revolusi juga membuka kembali keinginan Ukraina bergabung dengan Uni Eropa (UE) dan NATO. Sejak 2002, Ukraina telah berusaha masuk ke NATO.

Al-Jazeera menyebut hal ini membuat Putin marah. Karena prospek berdirinya pangkalan NATO di sebelah perbatasannya.

Mengutip BBC sudah ada 100.000 tentara Rusia bersiaga dan diyakini naik menjadi 175.000 hingga akhir Januari ini. Bukan hanya tentara, itu termasuk tank dan altileri.

Salah satu pejabat Ukraina sempat mengatakan perang dunia ketiga bisa pecah jika Rusia menyerang.

Presiden AS Joe Biden sempat berujar akan menjatuhkan pembalasan, termasuk sanksi ekonomi yang tak pernah dilihat Rusia sebelumnya.

Suasana panas pun sulit dihindarkan. Rusia, Ukraina, Amerika, akhirnya ikut membawa sekutu-sekutu terdekatnya.

Sejumlah negara Barat dikabarkan mengirimkan kapal perangnya ke Laut Hitam, untuk mengantisipasi serangan Rusia ke Ukraina.

Inggris, yang juga bagian dari NATO, disebut CNBC International memasok 200 rudal ke Ukraina. Sebelumnya pasukan tempur juga sudah dikirim ke negara bekas Uni Soviet itu.

Mengutip The Hills, AS sudah mengirimkan kapal induknya Harry S. Truman dengan kelompok tempur ke Laut Hitam.

"Kami akan menunjukkan kemampuan NATO untuk mengintegrasikan serangan maritim ... untuk mendukung pencegahan dan pertahanan aliansi," kata Sekretaris Pers Pentagon John Kirby.

Kapal ini akan bergabung dengan kapal-kapal perang negara-negara NATO lainnya untuk latihan perang besar-besaran, Neptune Strike 22, Senin (24/1/2022).

"Kelompok penyerang akan berpartisipasi dalam manuver maritim terkoordinasi, pelatihan perang anti-kapal selam, dan pelatihan serangan jarak jauh," tambahnya. "Ini tanda persatuan transatlantik."

Sebelumnya kapal perang Spanyol juga dikabarkan berlayar bersama 200 pelaut ke Laut Hitam sejak Sabtu. Kapal jenis fregat itu akan bergabung dengan Standing NATO Maritime Group 2 (SNMG2) bersama kapal perang Turki dan Italia.

"Spanyol adalah anggota NATO yang berkomitmen, tetapi mengharapkan resolusi diplomatik untuk krisis tersebut," kata Robles, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan