Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tantangan Putin Dibalas Negara-negara G7: Pakai Rubel Melanggar Kontrak

Tantangan Putin Dibalas Negara-negara G7: Pakai Rubel Melanggar Kontrak Kredit Foto: Reuters/David W Cerny
Warta Ekonomi, Jenewa -

Kelompok G7, organisasi tujuh negara terbesar di dunia yang disebut memiliki ekonomi maju, pada Senin (28/3/2022) menolak keras permintaan Rusia bahwa mereka harus membayar pembelian gas dan minyak dengan mata uang Rusia, rubel.

"Ini tidak dapat diterima dan kami meminta perusahaan terkait untuk tidak memenuhi permintaan Presiden Rusia Putin," kata Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck kepada wartawan di Berlin sebagaimana dilansir dari kantor berita Anadolu Agency, Selasa (24/3/2022).

Baca Juga: Putin Marah Besar dan Ancam Negara Tak Bersahabat: Beli Gas Bayar Pakai Rubel

Pernyataan dari pejabat Jerman itu datang setelah negara tersebut menjadi tuan rumah pertemuan konferensi video dengan para pejabat dari Kanada, Prancis, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat (AS).

"Semua menteri telah sepenuhnya setuju bahwa ini adalah langkah sepihak dan jelas melanggar kontrak yang ada," ungkap Habeck.

Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu menginstruksikan pemerintah untuk menggunakan rubel dalam pembayaran pasokan energi ke "negara-negara yang tidak bersahabat" - negara-negara yang telah menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan