Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

'Teriakan' Opung Luhut Soal Big Data Disebut Sampah oleh Orang PDIP: Pepesan Kosong Belaka!

'Teriakan' Opung Luhut Soal Big Data Disebut Sampah oleh Orang PDIP: Pepesan Kosong Belaka! Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politikus PDIP Deddy Yevri Hanteru Sitorus menilai big data ratusan yang diklaim Menko Luhut Pandjaitan adalah kebohongan besar.

"Bagi saya klaim big data ratusan juta itu sampah. Tidak lebih dari sebuah kebohongan besar yang buat untuk mendukung hasrat politik yang berlebihan," uhar Deddy di Jakarta, Rabu (13/4).

Anggota Komisi VI DPR RI ini meyakini sampai kiamat sekalipun Menko Luhut tidak akan berani membuka big data secara transparan kepada masyarakat.

“Saya yakin data yang dipegang Luhut pepesan kosong belaka, such a bullshit!” tegasnya.

Deddy mengatakan sejak awal dirinya sudah meragukan keberadaan big data itu. Karena, secara metodologi lemah dan secara ilmiah sulit dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Teriak Opung Luhut Agar Mundur, Masinton Dapat "Serangan Balik": Anda Tak Punya Hak Sama Sekali!

Sebab akan sulit membayangkan bagaimana melakukan sampling, analisis, pembobotan, menarik kesimpulan untuk data sebesar itu.

Menurutnya, jika hanya menggunakan artifisial intelligent atau algoritma tertentu yang menangkap kata 3 periode di media sosial, maka hal itu bisa saja dimungkinkan.

Hanya saja, hasil yang didapat pasti bias, margin of error tinggi dan sama sekali tidak bisa dijadikan bahan untuk menarik kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Direktur Gerakan Perubahan Muslim Arbi mengatakan Luhut sebagai pejabat publik seharusnya memenuhi tuntutan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) untuk membuka big data pemilu.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan