Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Direstui Raja Salman, Arab Saudi Donasikan 10 Juta Dolar untuk Ukraina

Direstui Raja Salman, Arab Saudi Donasikan 10 Juta Dolar untuk Ukraina Kredit Foto: Reuters/Stringer
Warta Ekonomi, Riyadh -

Raja Salman telah menginstruksikan badan amal kemanusiaan Arab Saudi atau KSRelief memberikan donasi 10 juta dolar AS untuk pengungsi Ukraina.

Bantuan tersebut digunakan untuk keperluan medis dan tempat tinggal yang mendesak bagi pengungsi Ukraina yang telah melarikan diri ke negara-negara tetangga, terutama Polandia.

Baca Juga: Moskow Ancam Bombardir Zelensky, Militer Ukraina Baiknya Setop Lakukan...

Dilansir dari Arab News, Rabu (13/4/2022), inisiatif ini dijalankan dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Polandia dan PBB.

Sebuah tweet pada hari Rabu dari Pusat Bantuan dan Bantuan Kemanusiaan Raja Salman, mengatakan “Raja Salman mengarahkan KSRelief memberikan bantuan medis dan tempat tinggal yang mendesak senilai 10 juta dolar AS kepada pengungsi dari Ukraina ke negara-negara tetangga,”

Dr. Abdullah Al-Rabeeah, pengawas umum pusat tersebut, mengatakan arahan raja yang murah hati itu merupakan perpanjangan dari upaya Kerajaan membantu yang membutuhkan dan meringankan penderitaan di seluruh dunia.

PBB, yang bekerja bersama organisasi lain untuk mendukung mereka yang meninggalkan Ukraina, mengatakan pada 6 April, lebih dari 4,3 juta orang meninggalkan negara Eropa Timur itu.

Mayoritas, 2.514.504 pengungsi, telah berlindung di Polandia, dengan Rumania menerima 662.751, Hungaria 404.021, dan Moldova 401.704.

Arab Saudi, melalui KSRelief, adalah salah satu donor utama bantuan kemanusiaan. Tahun lalu, Kerajaan berada di peringkat ketiga secara global dan pertama di dunia Arab untuk penyediaan bantuannya, dengan total hibah lebih dari 841 juta dolar AS.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan