Portal Berita Ekonomi Rabu, 15 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,14% pada level 25.477.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,11% pada level 2.183.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,87% pada level 22.587.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,83% pada level 3.414.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,16% pada level 2.626.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,46% pada level 6.147.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,29% terhadap Yuan pada level 7,01 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,17% terhadap Dollar AS pada level 14.450 IDR/USD.

Pemerintahan Jokowi Bangun Infrastruktur, Pengusaha Logistik Siap Raup Untung

Pemerintahan Jokowi Bangun Infrastruktur, Pengusaha Logistik Siap Raup Untung

WE Online, Jakarta - Pemerintahan Jokowi siap melakukan pembangunan infrastruktur besar-besaran setelah memperoleh dana dari hasil penghematan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan penurunan harga minyak dunia senilai Rp 240 triliun.

"Jadi, dari penghematan subsidi BBM dan penurunan BBM ada fiskal sekitar Rp 240 trilun. Dana itu akan segera digunakan untuk membangun infrastruktur, terutama waduk, irigasi, jalan tol, rel kereta api, dan airport di luar Jawa," katanya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/1/2015) kemarin.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Presiden Jokowi menyatakan akan menyuntik modal kepada perusahaan badan usaha milik negara (BUMN). Ia merincikan beberapa perusahaan BUMN yang akan memperoleh penyertaan modal negara (PMN), yakni, PT Pelindo untuk membangun pelabuhan, PT Angkasa Pura guna memperbanyak bandara, dan PT Kereta Api Indonesia yang akan fokus terhadap konektivitas jalur kereta api.

"Ke depan kita akan mendorong sebanyak-banyaknya BUMN untuk membantu mempercepat pembangunan infrastruktur," ungkapnya.

Dilihat dari sektor industri logistik, rencana Presiden Jokowi diyakini akan memberikan dampak positif pada perusahaan-perusahaan penyedia jasa pengantaran barang ini. Apalagi, selama ini persoalan infrastruktur adalah salah satu hal yang paling sering dikeluhkan oleh pelaku industri.

Organisasi Supply Chain Indonesia (SCI) menginginkan pemerintah dan berbagai pihak terkait segera memberdayakan moda angkutan darat, terutama kereta api, guna meningkatkan efisiensi biaya logistik nasional yang kerap menjadi permasalahan dunia usaha.

"Peningkatan efisiensi diperoleh langsung dengan penggunaan kereta api untuk pengangkutan barang," kata Ketua SCI Setijadi.

Sebelumnya, Kamar Dagang Indonesia (Kadin) juga mengingatkan buruknya kondisi infrastruktur di Indonesia yang juga ditambah dengan persoalan lain membuat sektor logistik nasional tertinggal jauh apabila dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN.

"Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa pada era pasar bebas nanti pemain logistik akan menjadi penonton di rumah sendiri," kata Wakil Ketua Urusan Bidang Logistik Kadin Carmelia Hartoto.

Kebijakan Presiden Jokowi di atas tentu menjadi angin segar bagi pelaku industri logistik di awal tahun baru 2015 ini. Apalagi, belum lama ini pemerintah juga berjanji akan menekan biaya logistik melalui pemangkasan 157 perizinan, baik sektor perhubungan darat, laut udara dan perkeretapian.

"Kami menyambut baik adanya perhatian pemerintah terhadap tingginya biaya logistik di Indonesia," tutur Managing Director PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Johari Zein.

Baca Juga

Tag: Joko Widodo (Jokowi), PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE)

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,888.90 3,849.18
British Pound GBP 1.00 18,294.87 18,111.39
China Yuan CNY 1.00 2,081.25 2,059.36
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,584.56 14,439.44
Dolar Australia AUD 1.00 10,115.85 10,013.75
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,881.68 1,862.94
Dolar Singapura SGD 1.00 10,472.15 10,367.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,538.89 16,369.99
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,417.59 3,379.23
Yen Jepang JPY 100.00 13,605.00 13,465.86
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5079.122 14.675 696
2 Agriculture 1082.119 3.406 23
3 Mining 1314.351 -11.407 48
4 Basic Industry and Chemicals 779.246 11.753 80
5 Miscellanous Industry 890.379 7.993 52
6 Consumer Goods 1834.167 20.790 57
7 Cons., Property & Real Estate 311.880 -3.266 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 889.143 -3.438 78
9 Finance 1118.444 0.879 93
10 Trade & Service 605.111 -0.592 173
No Code Prev Close Change %
1 INDO 118 159 41 34.75
2 WOWS 50 67 17 34.00
3 AGRO 154 206 52 33.77
4 NIKL 500 625 125 25.00
5 SMBR 328 410 82 25.00
6 UANG 550 685 135 24.55
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 MBTO 64 79 15 23.44
9 DADA 88 104 16 18.18
10 KMTR 238 274 36 15.13
No Code Prev Close Change %
1 TALF 230 214 -16 -6.96
2 INCI 505 470 -35 -6.93
3 TCPI 3,480 3,240 -240 -6.90
4 HDFA 160 149 -11 -6.88
5 TNCA 160 149 -11 -6.88
6 CENT 102 95 -7 -6.86
7 POLL 5,100 4,750 -350 -6.86
8 DNAR 268 250 -18 -6.72
9 CANI 150 140 -10 -6.67
10 SOFA 90 84 -6 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 482 490 8 1.66
2 PURA 117 121 4 3.42
3 DOID 210 216 6 2.86
4 KAEF 1,195 1,340 145 12.13
5 BBRI 3,160 3,170 10 0.32
6 TOWR 1,065 1,065 0 0.00
7 INDY 930 920 -10 -1.08
8 TLKM 3,090 3,080 -10 -0.32
9 INAF 1,025 1,180 155 15.12
10 PTBA 2,170 2,140 -30 -1.38