Portal Berita Ekonomi Kamis, 16 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:29 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,01% pada level 25.481.
  • 16:28 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,84% pada level 2.201.
  • 16:27 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,59% pada level 22.945.
  • 16:27 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 1,56% pada level 3.361.
  • 16:26 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,16% pada level 2.650.
  • 16:26 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,54% pada level 6.213.
  • 16:25 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,25% terhadap Yuan pada level 6,98 CNY/USD.
  • 16:25 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,95% terhadap Dollar AS pada level 14.588 IDR/USD.

Pemerintahan Jokowi Bangun Infrastruktur, Pengusaha Logistik Siap Raup Untung

Pemerintahan Jokowi Bangun Infrastruktur, Pengusaha Logistik Siap Raup Untung

WE Online, Jakarta - Pemerintahan Jokowi siap melakukan pembangunan infrastruktur besar-besaran setelah memperoleh dana dari hasil penghematan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan penurunan harga minyak dunia senilai Rp 240 triliun.

"Jadi, dari penghematan subsidi BBM dan penurunan BBM ada fiskal sekitar Rp 240 trilun. Dana itu akan segera digunakan untuk membangun infrastruktur, terutama waduk, irigasi, jalan tol, rel kereta api, dan airport di luar Jawa," katanya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/1/2015) kemarin.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Presiden Jokowi menyatakan akan menyuntik modal kepada perusahaan badan usaha milik negara (BUMN). Ia merincikan beberapa perusahaan BUMN yang akan memperoleh penyertaan modal negara (PMN), yakni, PT Pelindo untuk membangun pelabuhan, PT Angkasa Pura guna memperbanyak bandara, dan PT Kereta Api Indonesia yang akan fokus terhadap konektivitas jalur kereta api.

"Ke depan kita akan mendorong sebanyak-banyaknya BUMN untuk membantu mempercepat pembangunan infrastruktur," ungkapnya.

Dilihat dari sektor industri logistik, rencana Presiden Jokowi diyakini akan memberikan dampak positif pada perusahaan-perusahaan penyedia jasa pengantaran barang ini. Apalagi, selama ini persoalan infrastruktur adalah salah satu hal yang paling sering dikeluhkan oleh pelaku industri.

Organisasi Supply Chain Indonesia (SCI) menginginkan pemerintah dan berbagai pihak terkait segera memberdayakan moda angkutan darat, terutama kereta api, guna meningkatkan efisiensi biaya logistik nasional yang kerap menjadi permasalahan dunia usaha.

"Peningkatan efisiensi diperoleh langsung dengan penggunaan kereta api untuk pengangkutan barang," kata Ketua SCI Setijadi.

Sebelumnya, Kamar Dagang Indonesia (Kadin) juga mengingatkan buruknya kondisi infrastruktur di Indonesia yang juga ditambah dengan persoalan lain membuat sektor logistik nasional tertinggal jauh apabila dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN.

"Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa pada era pasar bebas nanti pemain logistik akan menjadi penonton di rumah sendiri," kata Wakil Ketua Urusan Bidang Logistik Kadin Carmelia Hartoto.

Kebijakan Presiden Jokowi di atas tentu menjadi angin segar bagi pelaku industri logistik di awal tahun baru 2015 ini. Apalagi, belum lama ini pemerintah juga berjanji akan menekan biaya logistik melalui pemangkasan 157 perizinan, baik sektor perhubungan darat, laut udara dan perkeretapian.

"Kami menyambut baik adanya perhatian pemerintah terhadap tingginya biaya logistik di Indonesia," tutur Managing Director PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Johari Zein.

Baca Juga

Tag: Joko Widodo (Jokowi), PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE)

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,916.46 3,877.08
British Pound GBP 1.00 18,481.80 18,294.99
China Yuan CNY 1.00 2,098.11 2,077.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,689.08 14,542.92
Dolar Australia AUD 1.00 10,289.70 10,185.86
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,895.19 1,876.31
Dolar Singapura SGD 1.00 10,560.09 10,453.51
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,760.24 16,592.02
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,447.33 3,409.03
Yen Jepang JPY 100.00 13,697.39 13,558.57
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5075.798 -3.324 696
2 Agriculture 1111.297 29.178 23
3 Mining 1296.803 -17.548 48
4 Basic Industry and Chemicals 777.329 -1.917 80
5 Miscellanous Industry 918.283 27.904 52
6 Consumer Goods 1830.223 -3.944 57
7 Cons., Property & Real Estate 315.657 3.777 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 889.751 0.608 78
9 Finance 1112.921 -5.523 93
10 Trade & Service 605.191 0.080 173
No Code Prev Close Change %
1 CSIS 50 67 17 34.00
2 AKPI 296 370 74 25.00
3 SDPC 111 135 24 21.62
4 ESTI 50 59 9 18.00
5 INDX 50 58 8 16.00
6 DUTI 4,790 5,550 760 15.87
7 ANJT 496 570 74 14.92
8 BEST 116 133 17 14.66
9 JMAS 204 232 28 13.73
10 IDPR 164 185 21 12.80
No Code Prev Close Change %
1 CBMF 200 186 -14 -7.00
2 TARA 173 161 -12 -6.94
3 BYAN 12,700 11,825 -875 -6.89
4 DPUM 73 68 -5 -6.85
5 SMBR 410 382 -28 -6.83
6 PORT 500 466 -34 -6.80
7 ATIC 740 690 -50 -6.76
8 ERTX 119 111 -8 -6.72
9 SAMF 388 362 -26 -6.70
10 HELI 240 224 -16 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,170 3,130 -40 -1.26
2 PURA 121 122 1 0.83
3 TOWR 1,065 1,055 -10 -0.94
4 IPTV 354 356 2 0.56
5 PWON 414 428 14 3.38
6 ASII 4,950 5,150 200 4.04
7 AGRO 206 224 18 8.74
8 LSIP 890 940 50 5.62
9 BRIS 490 490 0 0.00
10 DMAS 185 195 10 5.41