Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jokowi Tak Disambut Pejabat AS, Rocky Gerung: Ini Skandal dan Pasti Memalukan

Jokowi Tak Disambut Pejabat AS, Rocky Gerung: Ini Skandal dan Pasti Memalukan Kredit Foto: Instagram/Rocky Gerung
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat Politik Rocky Gerung, menanggapi kedatangan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang tiba di Pangkalan Militer Andrews, Amerika Serikat (AS), Selasa pekan ini. Itu menjadi ramai karena Presiden Jokowi tidak disambut oleh pejabat AS.

Rocky pun menyebut itu hal yang memalukan bangsa Indonesia, karena sewajarnya setingkat Presiden ketika mendatangi negara lain mendapatkan sambutan dari pejabat setempat. Dan secara tegas, Rocky menyarankan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, agar dipecat.

Baca Juga: Tak Ada Pejabat AS yang Sambut Kedatangan Jokowi, Natalius Pigai Bilang Gara-gara Dukung Rusia

"Mestinya, Retno itu, menteri luar negeri seharusnya dipecat, karena ini memalukan bangsa. Bahwa Presiden tiba di negara adikuasa yang seharusnya ada pembicaraan dan agenda yang lebih pasti, tiba-tiba hanya sendirian turun dari pesawat dan masuk hotel," ucap Rocky Gerung, dikutip dari video yang diunggah dalam kanal YouTube Rocky Gerung Official, Kamis (12/5/2022).

Bagi Rocky Gerung, hal itu menunjukan bahwa Negeri Paman Sam itu telah berbeda melihat Indonesia. Mungkin, kata Rocky, itu disebabkan masalah dalam negeri Indonesia yang belum bisa diatasi.

"Itu ditafsirkan sebagai teguran Amerika terhadap ketidakmampuan Indonesia untuk mengambil keputusan soal Rusia," kata Rocky. "Jadi sekali lagi ini juga jadi skandal dan pasti memalukan. Karena tradisinya bagaimana pun harus ada pejabat setingkat apa dari Amerika yang menjemput Presiden, atau semacam basa-basi diplomat."

Karena hal itu, wajar saja banyak publik yang menilai Indonesia telah kehilangan wajahnya di mata Internasional. Dan menurut Rocky, Presiden Jokowi seperti tidak dianggap lagi pada forum internasional.

Kementerian Luar Negeri Buka Suara

Dilain pihak, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menjelaskan mengapa Presiden Jokowi tidak disambut oleh pejabat setempat kala sambangi Amerika Serikat. Faizasyah mengatakan, kedatangan Jokowi untuk hadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-AS, yang mana itu bukan kunjungan bilateral, hanya kunjungan kemitraan.

"Kita perlu memaklumi bahwa sifat dari kunjungan ini ada kunjungan dalam rangka kemitraan Asean-Amerika Serikat," ujar Faizasyah dalam Press Briefing Kemlu, Kamis (12/5/2022).

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam kunjungan bilateral dan kunjungan multilateral atau semi multilateral ada perbedaan penyambutan. Yang perlu ditekankan, katanya, pertemuan KTT Asean-Amerika Serikat yakni pembahasan yang lebih substansif atau capaian yang diperoleh.

"Dalam banyak praktek diplomasi selama ini ada perbedaan antara sifat penerimaan kunjungan yang bersifat bilateral dan kunjungan yang bersifat multilateral atau semu multilateral. Dengan demikian kita juga mencatat bahwa sifat kunjungan adalah kunjungan kerja dengan mengepankan sisi substansi atau capaian yang ingin diperoleh dari kunjungan tersebut," ungkap Faizasyah. 

Meksi begitu, Faizasyah menuturkan, semua kepala negara atau kepala pemerintahan yang hadir, mendapatkan pengamanan ketat sesuai protokol kenegaraan. "Kita melihat bahwa penerimaan saat ketibaan semuanya mendapatkan treatment yang sama," kata dia. "Jadi kita tidak melihat sebagai suatu hal yang perlu dirisaukan dan menyayangkan untuk mengangkat hal-hal yang bersifat teknis protokolan dan sebagai isu yang lebih ditonjolkan daripada esensi dari pada pertemuan Asean -US itu sendiri," pungkasnya.

Penulis: Adrial Akbar
Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan