Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Nasib Saham GOTO Berubah 180 Derajat Gara-gara Bursa Kasih Kabar....

Nasib Saham GOTO Berubah 180 Derajat Gara-gara Bursa Kasih Kabar.... Kredit Foto: GoTo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Setelah ARB sepekan penuh, saham GOTO akhirnya bangkit dan mulai bergerak positif di zona hijau. Melansir RTI, pekan lalu saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengalami ARB hingga mencatatkan koreksi sebesar -21,26% dalam sepekan.

Nasibnya berubah 180 derajat pada perdagangan hari ini, Selasa, 17 Mei 2022. Dibuka merah di level Rp187 per saham, harga saham GOTO sempat turun lebih dalam dan menyentuh level terendah di Rp181 per saham pada menit awalperdagangan sesi I. Baca Juga: Tiga Bos BCA Kompak Borong Saham, Nilainya Fantastis!

Tak berapa lama kemudian, saham GOTO berbelok ke zona hijau hingga menyentuh level tertinggi di Rp224 per saham. Penguatan saham GOTO berlanjut hingga akhir perdagangan dan ditutup hijau 3,09% pada sesi kedua. 

Investor terpantau mulai kembali mengoleksi saham GOTO. Hal itu tercermin dari nilai beli bersih atas saham GOTO yang mencapai Rp4,38 miliar pada Selasa sore. Sejumlah 3,67 miliar saham GOTO diperdagangkan dengan frekuensi 72.322 kali dan membukukan nilai transaksi harian sebesar Rp757,44 miliar.

Untuk informasi, putusnya tren ARB saham GOTO ini terjadi setelah datang kabar dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Penghujung pekan lalu, Bursa mengumumkan status unusual market activity (UMA) atas saham GOTO. Status tersebut diberikan karena telah terjadi penurunan harga saham GOTO yang di luar kebiasaan. Meski begitu, Bursa menyebut penetapan UMA tidak berarti bahwa ada pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. 

Bursa pun menyampaikan bahwa pihaknya tengah mencermati pola transaksi atas saham GOTO. Para investor pun diminta untuk memperhatikan dan mencermati pengumuman serta kinerja GOTO. Setiap pengambilan keputusan investasi atas saham GOTO juga diminta untuk dipertimbangkan kembali. 

"Para investor diharapkan untuk mempertimbangkan  berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi," tegas Bursa.

Penulis: Lestari Ningsih
Editor: Lestari Ningsih

Bagikan Artikel:

Video Pilihan