Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Soroti Kasus UAS Ditolak Singapura, Pengamat: Semoga Hal Ini Menambah Kecintaannya Akan Demokrasi

Soroti Kasus UAS Ditolak Singapura, Pengamat: Semoga Hal Ini Menambah Kecintaannya Akan Demokrasi Kredit Foto: Instagram/Ust Abdul Somad
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima Indonesia) Ray Rangkuti mengatakan Indonesia tidak bisa menyalahkan Singapura atas kejadian deportasi yang dialami Ustaz Abdul Somad (UAS).

UAS dikabarkan tidak diperbolehkan masuk ke Singapura lantaran diduga pro-ekstrimis di dalam ceramahnya.

Baca Juga: Demo Kedubes Singapura, Eh Ternyata Massa Aksinya Belum Ketemu UAS!

“Kita tidak bisa menyalahkan hal itu. Sebab, tiap negara bisa memilih. Apakah mau berdemokrasi penuh, setengah demokrasi, atau tidak sama sekali,” ujar Ray kepada GenPI.co, Sabtu (21/5).

Menurut Ray, seharusnya Indonesia yang menghormati Singapura yang tidak mengizinkan UAS untuk masuk ke negaranya.

“Kita seharusnya memahami ketentuan-ketentuan yang berlaku di negara lain. Pihak tamu tentu ikut aturan yang berlaku di rumah orang lain,” ucapnya.

Oleh karena itu, semua pihak seharusnya menahan diri agar tidak marah dan atas hal tersebut.

“Pilihan yang tersedia tentu adalah tidak mendatanginya (Singapura, red),” kata dia.

Menurutnya, ada hikmah penting dari peristiwa tersebut, yakni betapa indah kebebasan berbicara dan bertindak di Tanah Air.

“Kebebasan itu satu prinsip dasar dari kemanusiaan di dalam sistem demokrasi,” ucapnya.

Oleh sebab itu, semua pihak harus menjaga demokrasi di Indonesia agar kemanusiaan kita tetap terjaga.

Baca Juga: Orang Ini Bela UAS Soal Singapura Bikin Abu Janda Murka, Ungkit Apa Kontribusi Dia Buat Negara!

“Mudah-mudahan peristiwa ini juga menambah kecintaan UAS terhadap demokrasi. Di dalam sistem demokrasilah corak segala pemikiran dapat dikembangkan,” ujar Ray Rangkuti.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan