Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kedubes Inggris Pasang Bendera LGBT di Indonesia, Pengamat: Tidak Sensitif dan Ciptakan Kegaduhan!

Kedubes Inggris Pasang Bendera LGBT di Indonesia, Pengamat: Tidak Sensitif dan Ciptakan Kegaduhan! Kredit Foto: EPA/Wolfgang Kumm
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kedutaan Besar atau Kedubes Inggis untuk Indonesia mengibarkan bendera simbol lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Hal itu pun mendapat respons dari banyak pihak, salah satunya pengamat hubungan internasional Andrea Abdul Rahman. 

Andrea mengatakan, tindakan Kedubes Inggris untuk Indonesia tidak sensitif terhadap nilai-nilai lokal.

"Ya, mereka tidak sensitif dan tindakannya menciptakan polemik terhadap masyarakat Indonesia," ujar Andrea kepada GenPI.co, Minggu (22/5/2022).

Baca Juga: Gus Umar Sesalkan Respons Ketua PBNU terkait Tindakan Kedubes Inggris: Astagfirullah Pak Yahya

Andrea mengatakan, Kedubes Inggris memang telah menyanggah dengan beralasan pengibaran bendera pelangi karena memeringati International Day Against Homophobia, Biphobia, and Transphobia. Namun, menurutnya, hal itu sama sekali tak meredakan polemik yang sudah terjadi di Indonesia.

"Tindakan Kedubes Inggris di Twitter sangat menandakan mereka tidak sensitif terhadap pandangan Indonesia mengenai LGBT," jelasnya.

Andrea mengatakan, Kedubes Inggris tentu sangat paham Indonesia menganut Pancasila. Selain itu, dia mengatakan, Pancasila juga membuat masyarakat Indonesia sangat menghormati agama-agama yang ada.

Baca Juga: GMPI: Tindakan Kedubes Inggris yang Kibarkan Bendera LGBT Tidak Menghormati Pancasila

"Sementara itu, tidak ada agama di Indonesia yang mengakui LGBT," kata Andrea.

Oleh karena itu, Andrea menilai tindakan Kedubes Inggris memang sangat tidak sensitif terhadap masyarakat Indonesia.

"Akhirnya terjadi kegaduhan. Dari Kemlu, DPR, hingga Muhammadiyah pun memberi reaksi yang sama," jelasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel:

Video Pilihan