Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Soal Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, Pemerintah Harus Tegas: Ini Bisa Sakiti Umat Muslim!

Soal Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, Pemerintah Harus Tegas: Ini Bisa Sakiti Umat Muslim! Kredit Foto: EPA/Wolfgang Kumm
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama/PWNU Jawa Timur menyesalkan pengibaran bendera pelangi oleh Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris untuk Indonesia di Jakarta.

Pengibaran bendera memperingati hari anti-homofobia pada 17 Mei 2022 itu memang serat dikaitkan dengan simbol lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Baca Juga: Orang Dekat Rizieq Ngamuk Lihat Bendera LGBT: Inggris Homo Mau Tahu Bangsa Ini Goblok atau Pintar!

Wakil Ketua PWNU Jawa Timur Abdussalam Shohib atau Gus Salam mengatakan, pengibaran bendera simbol LGBT itu bisa menimbulkan sensitifitas bagi masyarakat muslim di Indonesia.

Apalagi LGBT, merupakan praktik yang tidak dilegalkan di Indonesia.

"Kami menyayangkan (pengibaran bendera LGBT, red), karena bisa menyinggung perasaan umat muslim yang (merupakan) mayoritas di Indonesia," kata Gus Salam kepada GenPI.co Jatim, Senin (23/5).

Terkait alasan pemasangan guna memperingati hari anti-homofobia, disebutnya tak relevan.

Seharusnya, kata dia, Kedubes Inggris bisa menghormati norma yang berlaku di Indonesia.

"Tidak relevan (alasan pemasangan bendera LGBT, red) kalau itu dikibarkan di negara kami," jelasnya.

Baca Juga: Kasih Jempol, Pendeta Saifuddin Sindir UAS: Masuk Singapura Aja Susah, Apalagi Masuk Surga

Sebagai antisipasi kejadian serupa, Gus Salam meminta pemerintah berani mengambil sikap tegas.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan