Portal Berita Ekonomi Rabu, 05 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,44% terhadap Yuan pada level 6,94 CNY/USD.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,62% pada level 25.102.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,40% pada level 2.311.
  • 15:59 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,73% pada level 2.534.
  • 15:59 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,17% pada level 3.377.
  • 15:58 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,26% pada level 22.514.
  • 15:57 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,68% pada level 6.077.
  • 15:56 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,51% terhadap Dollar AS pada level 14.550 IDR/USD.

Menperin Resmikan Pabrik Baru Isuzu di Karawang

Menperin Resmikan Pabrik Baru Isuzu di Karawang

WE Online, Karawang - Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Bapak, Saleh Husin meresmikan Isuzu Karawang plant, pabrik perakitan kendaraan milik PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) yang berada di Kawasan Industry Suryacipta, Karawang Timur pada tanggal 7 April 2015. Peresmian ini turut dihadiri Bp. Rachmat Gobel, Menteri Perdagangan RI. Bp. Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Perwakilan Direktur Isuzu Motors Ltd, Mr. Susumu Hosoi, serta Presiden Direktur PT Astra International Tbk Priyono Sugiarto.

Pada Desember 2011, IAM telah membeli 300.000 m2 lahan yang terletak di kawasan Suryacipta city of Industry, Karawang. Pada Oktober 2013 IAMI melakukan peletakan batu sebagai tanda
pertama dimulainya pembangunan pabrik baru Isuzu di Indonesia, dan di akhir tahun 2014 pabrik ini telah siap berproduksi.

Pada saat ini pabrik memiliki kapasitas produksi terpasang sebesar 52.000 unit per tahun dan dapat dikembangkan menjad 80.000 unit per tahun. Pabrik baru suzu, yang diberi nama Isuzu Karawang plant, siap untuk memproduksi kendaraan truk kelas ringan yaitu suzu Elf dan truk kelas menengah yaitu Isuzu GIGA.

Isuzu Karawang Plant memiliki fasilitas produksi yang terdiri dari framing, wefding, painting, assembling, warehouse, vehicle stock, tear down area dengan
menerapkan konsep environment & safety, quality, cost and delivery (EQCD).

Pada area ini juga dibangun gedung perkantoran yang digunakan oleh divisi Technical & Production, Product Planning dan Purchasing. Kawasan pabrik suzu ini juga dilengkapi dengan kebutuhan karyawan seperti tempat ibadah, kantin, koperasi, ruang ganti yang nantinya akan digunakan oleh 1.200 karyawan.

Isuzu sebagai produsen mesin dan kendaraan naga nomor satu di dunia, telah hadir di Indonesia
diesel sejak tahun 60-an. Sejak tahun 70-an hingga akhr tahun 2014 pabrik Isuzu berlokasi di Pondok Ungu, Bekasi. Seiring perkembangan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan kendaraan niaga di Indonesia, pabrik Isuzu di Pondok Ungu sudah mencapai kapasitas produksi maksimum. Oleh karena itu isuzu memindahkan ke tempat yang lebih besar dan moderen. Seperti yang kita kita ketahui bersama, sektor transportasi barang masih memerlukan dukungan dari semua pihak, sehingga dapat lebih efektif dan dapat mengurangi biaya logistik, maka IAMI memproduksi alat transportasi barang yang cocok untuk perkembangan ekonomi
Indonesia dan dapat menekan biaya logistik dari sisi alat angkut. Dengan demikian kami sebagai salah satu keluarga ASTRA dapat lebih berperan dalam perkembangan ekonomi.

Presiden Direktur PT IAMI, Yohannes Nangoi mengatakan, dengan semakin bertambahnya produk kami, kami berinvestasi sebesar Rp 1,7 triliun dengan mendirikan pabrik baru kami di Karawang. Upaya ISUZU ini bukan hanya untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi kebutuhan kendaraan niaga di Indonesia, tapi merupakan upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas produk Isuzu memenuhi agar standar kualitas kelas dunia dan pada akhirnya menjadikan Indonesia sebagai basis produksi global suzu di luar Jepang. Dengan berdirinya pabrik baru ini, varian kami dari kendaraan kecil sampai produk  kendaraan besar siap menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia," katanya.

Di dunia, Isuzu membagi basis produksinya menjadi tiga bagian, yaitu Pabrik Isuzu Jepang yang terletak di Fujisawa, Jepang menjadi basis produksi untuk kendaraan komersial untuk negara-negara maju, yang telah menggunakan Euro ll keatas. Negara Thailand menjadi basis produksi untuk kendaraan komersial kecil (light commercial vehicle), sedangkan Indonesia sendiri akan menjadi basis produksi untuk kendaraan komersial untuk negara-negara berkembang.

Menteri Perindustrian, Saleh Husin, dalam sambutannya mengatakan pemerintah menyambut baik pengembangan pabrik yang dilakukan oleh Isuzu. Menurutnya itu merupakan langkah yang dikehendaki oleh pemerintah, untuk meningkatkan kegiatan manufackturing di Indonesia.

Diharapkan, Isuzu tidak hanya menjual hasil produksinya ke dalam negeri, tapi juga diekspor ke luar negeri. "Produksi 50 persen harus diekspor ke berbagai negara," pintanya. Dengan melakukan kegiatan ekspor hasil produksi, lanjut Saleh, dapat mempercepat pengembalian investasi dan mengurangi devisit devisa negara.

Saleh juga optimis, dengan semakin berkembangnya investasi untuk industri di dalam negeri, membuat negara Indonesia mampu bersaing dengan produsen otomotif negara lain.

Tag: Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Saleh Husin, isuzu

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Achmad Fauzi

Foto: Agus Aryanto

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,918.44 3,879.14
British Pound GBP 1.00 19,226.93 19,032.71
China Yuan CNY 1.00 2,110.42 2,089.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,696.12 14,549.89
Dolar Australia AUD 1.00 10,562.10 10,449.73
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,896.27 1,877.33
Dolar Singapura SGD 1.00 10,713.02 10,602.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,363.47 17,186.33
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,493.25 3,455.21
Yen Jepang JPY 100.00 13,923.37 13,783.53
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5127.051 52.049 696
2 Agriculture 1155.132 -0.286 23
3 Mining 1399.666 40.451 48
4 Basic Industry and Chemicals 749.122 6.097 80
5 Miscellanous Industry 905.550 12.406 52
6 Consumer Goods 1911.618 34.786 57
7 Cons., Property & Real Estate 289.258 0.452 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 904.224 19.899 78
9 Finance 1122.591 2.025 93
10 Trade & Service 615.708 4.701 173
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 2,280 2,850 570 25.00
2 INAF 2,280 2,850 570 25.00
3 PEHA 1,390 1,735 345 24.82
4 PYFA 775 965 190 24.52
5 CENT 106 128 22 20.75
6 ALTO 334 400 66 19.76
7 JIHD 470 560 90 19.15
8 CNTX 218 258 40 18.35
9 PGLI 178 210 32 17.98
10 DPNS 246 286 40 16.26
No Code Prev Close Change %
1 UANG 412 384 -28 -6.80
2 KBAG 324 302 -22 -6.79
3 DART 236 220 -16 -6.78
4 LUCK 266 248 -18 -6.77
5 SRAJ 148 138 -10 -6.76
6 WOWS 74 69 -5 -6.76
7 RICY 89 83 -6 -6.74
8 PCAR 386 360 -26 -6.74
9 SINI 476 444 -32 -6.72
10 KICI 268 250 -18 -6.72
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 2,280 2,850 570 25.00
2 PSAB 262 290 28 10.69
3 MDKA 1,810 1,935 125 6.91
4 BBRI 3,080 3,080 0 0.00
5 FREN 132 144 12 9.09
6 INAF 2,280 2,850 570 25.00
7 TOWR 1,160 1,160 0 0.00
8 TLKM 2,950 3,020 70 2.37
9 MSIN 270 270 0 0.00
10 BRIS 535 550 15 2.80