Portal Berita Ekonomi Jum'at, 21 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:20 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Yuan pada level 7,03 CNY/USD.
  • 16:18 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,07% terhadap Dollar AS pada level 13.760 IDR/USD.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,50% pada level 3.182.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,31% pada level 3.039.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,09% pada level 27.308.
  • 15:45 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,50% pada level 7.399.
  • 15:44 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,39% pada level 23.386.
  • 15:43 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,49% pada level 2.162.

Tomy Winata Pertanyakan Motif Penolakan Revitalisasi Benoa

Tomy Winata Pertanyakan Motif Penolakan Revitalisasi Benoa - Warta Ekonomi

WE Online, Jakarta - Pemilik kelompok usaha Artha Graha Tomy Winata sekaligus investor PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI), mempertanyakan penolakan sejumlah pihak terkait revitalisasi Teluk Benoa padahal proyek tersebut dimaksudkan untuk membangun pariwisata Bali.

"Kalau proyek ini batal, silahkan, tapi saya minta keadilan, saya menantang masyarakat dan LSM untuk moratorium seluruh proyek yang belum memiliki izin perubahan peruntukkan kawasan di sekitar Bali, terutama di tanjung dan Teluk Benoa juga dimoratorium atau yang sudah terlanjur dibangun dirobohkan," kata Tomy Winata kepada wartawan di Jakarta, Minggu (12/4/2015).

Pria yang akrab disapa TW itu menjelaskan kalau memang perlu dilakukan moratorium, dia siap asalkan semuanya di moratorium. Jangan hanya proyek revitalisasi Tanjung Benoa saja. Menurut dia, Bali butuh pembangunan pariwisata untuk mengimbangi negara-negara tetangga yang gencar membangun pariwisatanya seperti Singapura, Malaysia, Thailand.

Bahkan, Tomy khawatir, dibalik penolakan tersebut ada campur tangan asing yang tidak ingin pariwisata Bali maju. Alasannya, kemajuan Bali akan menarik wisatawan untuk berkunjung dan menjadi pesaing bagi dunia pariwisata di negara lain.

TW menambahkan bahwa sebelumnya dia juga pernah menggarap proyek reklamasi di Pantai Kuta, Bali, seluas 4,5 hektare untuk dikembangkan menjadi hotel dan villa. "Pada saat itu tidak ada pihak yang menolak, berbeda dengan sekarang, proyek belum apa-apa tapi sudah ada kendala opini, ini soal rasa keadilan bagi investor yang telah mengeluarkan banyak dana," katanya.

Dari nilai total proyek yang mencapai Rp30 triliun, PT TWBI diperkirakan telah membelanjakan sekitar Rp1 triliun untuk ongkos konsultan, uji lapangan dan uji kelayakan. Sementara itu, berdasarkan data TWBI, setidaknya ada 61 bangunan yang menyalahi izin kawasan. Bahkan ada yang membuang limbah di sekitar kawasan mangrove.

Dukungan pakar Pakar Kelautan dan Pengelolaan Pesisir IPB Prof. Dr. Ir. Dietriech G Bengen mengatakan perubahan status Teluk Benoa dari kawasan konservasi perairan menjadi kawasan pemanfaatan umum dinilai telah sesuai dengan faktor keilmuan.

Menurut dia, kawasan konservasi secara rutin dikaji ulang oleh Badan Litbang Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan (KKJI), Kementerian Kelautan dan Perikanan. "Memang semua kriteria sudah tidak memenuhi sebagai kawasan konservasi perairan, salah satunya karena berdiri tol atas laut yang menghubungkan Nusa Dua-Ngurah Rai-Tanjung Benoa yang melintasi Teluk Benoa," katanya.

Selain itu, kata dia, kawasan Teluk Benoa juga mengalami sedimentasi sehingga permukaan laut naik belasan sentimeter per tahun. Akibat pendangkalan tersebut, Teluk Benoa susut alias tidak lagi tergenang air dalam dua kali sehari Selain itu, ada pencemaran akibat pembuangan sampah yang tidak terkendali dan degradasi ekosistem pesisir, sumber daya ikan dan mangrove.

Dia menambahkan, revitalisasi Teluk Benoa tidak akan merusak biota laut dan lingkungan di kawasan tersebut. "Karena begini, dengan adanya revitalisasi, pengembang akan membuat alur dan diperdalam sehingga saat surut masih bisa tetap dilalui air dan air tersebut sampai ke mangrove," katanya.

Terlebih, tambah dia, di kawasan proyek tidak ada terumbu karang. "Terumbu karang ada di luar teluk. Selain itu revitalisasi yang dilakukan jauh dari daratan, jadi tidak akan menimbulkan kenaikan air yang signifikan kalau dilakukan reklamasi," katanya.

Bahkan, menurut dia, dengan adanya revitalisasi akan meningkatkan daya dukung lingkungan. Sementara itu dengan terbitnya Perpres Nomor 51/2014 yang mengubah status Teluk Benoa dari kawasan konservasi perairan menjadi kawasan pemanfaatan umum, PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) mengajukan izin lokasi proyek reklamasi Teluk Benoa seluas 700 hektare meliputi 400 hektare area pengembangan, 200 hektare ruang terbuka hijau, dan 100 hektar kanal atau badan. (Ant)

Baca Juga

Tag: Tomy Winata

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Achmad Fauzi

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,691.55 3,654.62
British Pound GBP 1.00 17,848.74 17,668.40
China Yuan CNY 1.00 1,968.03 1,948.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,845.89 13,708.12
Dolar Australia AUD 1.00 9,132.75 9,039.13
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,777.07 1,759.32
Dolar Singapura SGD 1.00 9,884.98 9,783.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,942.48 14,788.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,304.51 3,267.73
Yen Jepang JPY 100.00 12,366.82 12,242.67
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5882.255 -60.232 682
2 Agriculture 1274.685 -18.467 22
3 Mining 1443.508 -11.390 49
4 Basic Industry and Chemicals 860.734 -22.263 77
5 Miscellanous Industry 1091.453 -10.546 51
6 Consumer Goods 1911.747 -25.787 57
7 Cons., Property & Real Estate 450.953 -4.923 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1021.452 3.971 78
9 Finance 1338.394 -10.794 92
10 Trade & Service 695.178 -9.022 168
No Code Prev Close Change %
1 MINA 67 90 23 34.33
2 BSSR 1,890 2,310 420 22.22
3 TALF 248 290 42 16.94
4 STTP 7,700 9,000 1,300 16.88
5 INTD 236 268 32 13.56
6 PRIM 292 330 38 13.01
7 JAWA 80 89 9 11.25
8 PEGE 134 149 15 11.19
9 RODA 58 64 6 10.34
10 DEAL 140 154 14 10.00
No Code Prev Close Change %
1 AYLS 204 153 -51 -25.00
2 RELI 150 113 -37 -24.67
3 YPAS 298 228 -70 -23.49
4 TIRA 256 202 -54 -21.09
5 KICI 228 180 -48 -21.05
6 ASBI 298 240 -58 -19.46
7 OCAP 114 93 -21 -18.42
8 ITMA 400 330 -70 -17.50
9 PGLI 344 290 -54 -15.70
10 LMSH 282 242 -40 -14.18
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,475 1,440 -35 -2.37
2 TOWR 880 860 -20 -2.27
3 MDKA 1,300 1,340 40 3.08
4 BBCA 32,975 33,075 100 0.30
5 MKNT 50 50 0 0.00
6 DEAL 140 154 14 10.00
7 TLKM 3,630 3,690 60 1.65
8 TELE 177 156 -21 -11.86
9 BBRI 4,560 4,510 -50 -1.10
10 PGAS 1,555 1,525 -30 -1.93