Kantar Worldpanel Rilis Brand footprint, Indomie Pilihan Utama Konsumen Rumah Tangga

WE Online, Jakarta - Bila secara global Coca Cola adalah merek yang paling sering dipilih oleh konsumen di dunia dimana 43% rumah tangga di dunia pernah membeli Coca Cola atau dapat dikatakan sekitar 13 kali dalam setahun. Di Indonesia Indomie menjadi Merek yang paling sering dibeli oleh konsumen rumah tangga di perkotaan. Demikian hasil Brand Footprint 2014 yang dirilis oleh Kantar Worldpanel perusahaan riset global dalam bidang pengetahuan dan wawasan konsumen, yang menggabungkan monitoring pasar, analisis terkemuka, serta solusi riset pasar yang dapat disesuaikan

Brand footprint adalah penelitian yang dilakukan oleh Kantar Worldpanel setiap tahun, dasar pengukurannya adalah menggunakan metriks Consumer Reach Point(CRP), yaitu seberapa banyak rumah tangga membeli sebuah merek (penetrasi) dan seberapa sering merek tersebut dibeli oleh konsumen (frekuensi). Murhayati, New Business Development Director Kantar Worldpanel Indonesia.

"Dengan kata lain, Brand Footprint menunjukkan kekuatan berbagai merek dan mencakup 11,000 merek di seluruh dunia atau mencakup 63% dari total populasi rumah tangga di dunia. Brand Footprint juga meliputi sektor- sektor FMCG, seperti sektor makanan, minuman, kebutuhan rumah tangga dan kesehatan serta kecantikan,” ujar Fanny Murhayati, New Business Development Director Kantar Worldpanel Indonesia di Jakarta, Jumat (5/6)

Fanny  megatakan, di Indonesia Brand Footprint 2014 yang merupakan tahun ke 3 menggunakan sampel 5,680 rumah tangga yang mewakili 86% dari seluruh rumah tangga di area Urban Indonesia. Indomie menempati urutan pertama dalam 10 Top Brand Footprint 2014 dengan penetrasi sebesar 99,2% (1.2 miliar bungkus dalam setahun) atau dibeli sebanyak 44,2 kali dalam setahun. Urutan kedua ditempati oleh pesaing beratnya yakni Mie Sedap yang memperoleh penetrasi sebesar 95,2% (820 juta bungkus setahun) atau rata-rata dibeli sebanyak 32,1 kali dalam setahun.

Namun demikian bila dibanding tahun 2013 kedua merek ini mengalami penurunan CRP yakni Indomie turun 6,9% dan Mie Sedap turun 11,4%.

Berikut ini adalah ranking dari 10 merek teratas di Urban Indonesia berdasarkan Brand  Footprint 2014:

 

Rank

Merek

Penetration

Frequency

Consumer Reach Point (juta)

CRP 2014 vs 2013 %

1

Indomie

99.2

46.2

1,230

-6.9

2

Mie Sedaap

95.2

32.1

820

-11.4

3

Royco

93.3

23.6

591

-4.4

4

So Klin

94.0

22.5

567

5.3

5

Frisian Flag

90.3

23.4

566

-16

6

Masako

79.1

23.4

497

-13.3

7

Rinso

91.1

19.9

487

-6.3

8

Lifebuoy

95.3

18.8

480

-0.6

9

Roma

96.4

18.5

479

-10.7

10

Indofood

90.9

19.3

470

24.1

Menurut Lim Soon Lee, General Manager Kantar Worldpanel Indonesia, Brand Footprint ini dapat memberikan beberapa manfaat bagi para pelaku di Industri FMCG, seperti dapat melihat kelebihan dan kelemahan dari suatu mere, membandingkan performa suatu merek dengan merek pesaingnya dan untuk merancang strategi yang tepat di dalam meningkatkan performa produk / merek. "Di samping meningkatkan jumlah konsumen , membuat konsumen membeli dengan lebih sering juga tidak kalah penting untuk meningkatkan penjualan."

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini