Portal Berita Ekonomi Minggu, 09 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Babak Awal Pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Tasikmalaya (Bagian II)

Babak Awal Pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Tasikmalaya (Bagian II)

WE Online, Jakarta - Menurut dia, dari silpa dua tahun anggaran saja bisa terkumpul Rp9 triliun atau menyisihkan 10 persen dari PKB tiap tahun yang rata-rata Rp3,5 triliun, maka dalam dua tahun akan terkumpul Rp7 triliun.

Apabila mengambil dari silpa APBD atau 10 persen dari PKB yang langsung disisihkan tiap tahun, kata Sunatra, maka dalam dua tahun terkumpul dana Rp16 triliun, nilai yang melebihi perkiraan dana yang diperlukan Rp14 triliun.

"Jadi dana itu belum ditambah dari APBN. Masa iya Presiden diam saja. Pasti istana membantu," katanya.

Dikatakan dia, pembangunan jalan tol tersebut memang sudah sangat mendesak karena tiap tahun warga dihadapkan pada kemacetan.

Dukungan Daerah Pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Tasikmalaya ini didukung oleh Wali Kota Tasikmalaya Budiman karena jalan bebas hambatan tersebut dinilainya akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di wilayah Priangan.

"Selain akan mengentaskan masalah kemacetan di jalur selatan saat arus mudik ataupun arus balik Lebaran, jalan tol di jalur selatan itu pun akan membangkitkan kondisi perekonomian di wilayah priangan, " kata Budiman.

Menurut dia, usulan pembangunan jalan tol di wilayah selatan sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Bahkan usulan disampaikan oleh enam kepala daerah di wilayah priangan timur.

"Jadi kami sudah mengusulkan bersama. Intinya di wilayah Priangan Timur seperti Tasikmalaya tentunya semua mendukung. Terakhir 2015 awal saat pembahasan Musrenbang 2016 sudah kami usulkan kepada pusat untuk segera membangun tol. Ini sudah mendesak," kata dia.

Selama ini, menurut dia, wilayah priangan timur iklim investasinya sangat terhambat karena infrastruktu padahal di wilayah tersebut sangat membutuhkan lapangan kerja.

"Seperti masalah Nagreg, gentong menjadi penghambat industri. Makanya harus ada solusi untuk mendongkrak investasi ke wilayah kami. Keberadaan jalur lingkar Gentong dan Nagreg tidak mampu mengatasi persoalan infrastruktur di selatan Jabar. Oleh karena itu, wilayah di priangan timur harus ada percepatan jalan tol," kata dia.

Sementara itu, Pengamat Transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ofyar Z Tamin menambahkan dalam sebelum memutuskan untuk membangunan sebuah jalan tol harus mempertimbangan sejumlah analisis yakni analisis kelayakan, analisis teknis, analisis finasial, analisis dampak lingkungan dan analisis sosial.

"Kalau semua layak maka selanjutnya tinggal dirancang, setelah itu baru di bangun," kata Ofyar.

Ia juga meminta pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Tasikmalaya ini harus menjadi bagian jalan utuh dengan sistem aringan jalan tol lintas Selatan Jawa yakni dari Bandung ke Yogjakarta ke Madiun sampai ke Surabaya, Jawa Timur.

"Jadi yang namanya Bandung-Tasikmalaya ini tidak boleh stop atau terhenti di Tasikmalaya saja, harus terhubungan dengan jaringan jalan tol lintas selatan. yang belum tahu kapan akan dikerjakan," ujar dia.

Jalan tol tersebut, lanjut dia, jangan hanya mengandalkan pergerakan kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran semata, karena dikhawatirkan tidak akan ada investor yang tertarik dengan jalan tol ini.

Terkait kondisi pengaruh geografis Jabar Selatan yang berbukit-bukit terhadap pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Tasikmalaya, ia mengatakan hal tersebut bisa diatasi dengan teknologi dan sumber daya manusia yang ada saat ini.

"Memang kondisi alam ini akan cukup berat dalam pembangunannya, tapi saya pikir ini tidak masalah yah. Ini bisa diatasi dengan adanya tekonologi. Cuma memang harus dibayar dengan biaya kontruksi yang lebih mahal saja karena kondisi alamnya demikian," kata dia.

Namun, lanjut dia, jika pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Tasikmalaya tersebut dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan di Jabar Selatan maka ada hal yang lebih tepat dibandingkan membangun jalan tol tersebut.

"Menurut saya kita tidak usah berpikir jalan tol dulu, karena yang namanya nasional di kabupaten/provinsi bisa diperbaiki dulu. Dan menambah jaringan jalan bukan solusi, tapi yang dilakukan saat ini ialah memperbaiki jaringan jalan yg ada, karena yang ada sekarang kapasitas jaringan jalannya menurun," kata dia. (Ant) SELESAI

Tag: Tasikmalaya, Jalan Tol

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Sucipto

Foto: pu.go.id

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23