Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 Januari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:25 WIB. Transportasi - Luhut ancam yang beking di proyek LRT.
  • 07:25 WIB. Pilgub Jatim - Khofifah dan Emil lengkapi berkas-berkas pendaftaran.
  • 07:24 WIB. Politik - Hanura kubu OSO: Hati-hati menuduh main duit.
  • 20:33 WIB. Inggris - Otoritas Inggris kini punya Kementerian Urusan Kesepian.

Rachmat Gobel: Monozukuri sebagai Konsep 'Sustainability'

Foto Berita Rachmat Gobel: Monozukuri sebagai Konsep 'Sustainability'

Strategi Pengembangan Energi Terbarukan (ET) harus dilakukan dengan menarik atau mendorong Industri yang saat ini terkonsentrasi di Pulau Jawa (penduduk Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa sekitar 70%) sebagai pulau yang memiliki pontesi Energi dan Pangan yang baik untuk dikembangkan seperti di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, NTB/NTT dan Sumatera. 

Energi Terbarukan (ET) di Indonesia beragam variasinya dan disesuaikan dengan potensi yang dimiliki masing-masing Daerah.  Apabila suatu daerah tidak memiliki ‘energy fossil’, tetapi daerah-daerah tersebut memiliki ET dan tentu dengan adanya ET dapat mengurangi ketergantungan pada energi fossil.

Indonesia memiliki potensi hidropower lebih dari 70,000 MW namun hanya sekitar 5,000 MW yang baru dikerjakan dan sampai hari ini seluruhnya terkonsentrasi di Jawa dan Sumatera.  Kalimantan, Sulawesi, dan Papua belum serius digarap (dikerjakan).

Masa depan energi dunia untuk pemakaian listrik diharapkan dari kombinasi Nuklir – Panasbumi – Hydropower mengingat ketiganya merupakan energi yang memenuhi kebutuhan beban dasar listrik (base load capacity), dan teknologi dari ketiga energi inilah yang paling memenuhi pengurangan ‘Rumah Kaca’.  Pemerintah RI dalam melaksanakan ‘Road Map ET’ untuk pembauran energi (energy mix) pada tahun 2025 hingga 2050,  seharusnya sudah tidak bisa dilakukan dengan situasi “business as usual”.  Semakin kita menunda membuat perubahan paradigma, maka akan semakin memperburuk pertumbuhan ekonomi dan peran bangsa (negara dan rakyat) di masa depan.

Dalam menghadapi pengembangan Energi Terbarukan dan hubungannya dengan isu perubahan iklim, Indonesia memerlukan ‘attitude’ atau sikap tersendiri untuk itu, dan ‘Monozukuri’ yang saya pikirkan.  Monozukuri adalah ungkapan sifat keistimewaan dari hasil industri Jepang, khususnya tingginya kemampuan teknologi dari perusahaan-perusahaan kecil dan menengah di Jepang.  Secara literatur, Monozukuri diartikan produksi atau pabrik.  Adapun dasar pemikiran Monozukuri adalah gerakan untuk memposisikan ‘attitude’ atau sikap yang tidak hanya melihat hasilnya saja (seperti keuntungan uang, penghargaan lainnya) tapi juga mengandung arti nilai pencapaian kualitas didalamnya.  Maksud dan tujuannya Monozukuri adalah untuk membuat suatu acuan atau standarisasi bangsa yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya sehingga warisan ini dapat berjalan terus berkelanjutan.

Monozukuri menjadi arah pandang masnusia dalam bekerja, yang tujuannya bukan hanya untuk hasil produk saja tetapi juga memiliki atau menekankan proses pembuatan dengan ketelitian, ketangguhan, kesungguhan yang terus menerus serta layanan (service) yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas.  Inilah yang membentuk suatu kultur korporasi yang baik.  Monozukuri timbul dari sisi manapun baik dari pekerjanya/buruh, misalnya dalam produksi (pabrik) mobil, umumnya buruh di Jepang bekerja dengan tradisi menjaga/mempertahankan mutu untuk hasil yang terbaik (bermanfaat tinggi) bagi masyarakat luas maupun pelayanannya (untuk kebangkitan ekonomi industrinya).  Monozukuri adalah membangun standar dan atau acuan yang tinggi dimana pekerja Jepang mengharapkan dirinya dapat memberikan hasil terbaik yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas.  Masyarakat Jepang menilai, tukang kayu (Carpenter) lebih banyak menggunakan ketelitian, keuletan, hati yang sungguh-sungguh (keseriusan) didalam melakukan pekerjaannya agar hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat luas, bahkan bisa melebihi para Dokter dan Insinyur didalam melakukan pekerjaannya.  Penghargaan pekerja yang memiliki keseriusan hati, penuh idealisme dan demi kepentingan masyarakat luas, akan lebih baik dan bermakna untuk selamanya.

Apa hubungannya dengan perubahan iklim serta isu pengembangan Energi Terbarukan?  Tentu saja hal ini sangat banyak hubungannya:

1. Gambaran ‘attitude’ (sikap) dari Monozukuri akan membuat kita memandang dunia itu sebagai satu kesatuan ekosistem masyarakat luas dan mempunyai satu tanggung jawab bersama. 

2. Pemimpin dunia dituntut untuk menjawab dengan baik isu sentimen publik terhadap deklarasi yang mendukung iklim dunia, misalnya seorang Manajer di Jepang yang terkenal sangat gigih dan  bertanggung jawab memiliki attitude dan idealisme serta tanggung jawab yang tinggi.  Pemimpin yang mendukung ‘iklim’ menjadikan dunia lebih baik, harus konsekwen menerapkan langkah-langkah konkrit yang positif membantu Negara berkembang atau Negara miskin agar masyarakat di dunia dapat bersatu menciptakan iklim dunia yang sehat.  Maka, apabila manajer yang tidak dapat berkompetensi akan kehilangan rasa hormat dari bawahannya.  Hal ini sama dengan politisi atau pejabat yang memberi contoh buruk, maka akan kehilangan posisinya dimata masyarakat. 

3. Monozukuri bertanggung jawab melihat langsung pengembangan (rencana) energi bersih dan positif didalam dirinya sehingga visi dan misinya untuk nilai kehidupan di masa depan penuh optimis.  

4. Peperangan global melawan perubahan iklim akan dipenuhi oleh negara-negara maju, untuk negara miskin atau berkembang perlu dibantu dengan sungguh-sungguh.  Negara yang ekonominya sudah maju yang saat ini harus bertanggung jawab dan memiliki komitmen yang jujur darinya karena mereka telah melakukan sejak awal terjadinya industrialisasi dunia ini.

5. Negara yang ekonominya sedang tumbuh berjalan selalu memiliki alasan kenapa mereka harus dibatasi dalam pertumbuhan.  Kalau kita amati secara jernih, sangatlah sulit menyamakan posisi dari perbedaan pandang mengenai lingkungan dan peran perubahan iklim.  Tetapi, apabila kita percaya bahwa dasar masyarakat dunia adalah bagian dari keluarga besar, maka kaya-miskin, besar-kecil jika bersatu, semua  menjadi tanggung jawab bersama untuk mengangkat ekologi dan Ketahanan Energi dunia yang lebih baik lagi dimasa depan. 

Pernyataan Monozukuri menjadi pernyataan umum Jepang dan dunia untuk mereka yakini bersama menghadapi masa depan kemanusiaan.  Hal ini merefleksikan semangat dari seorang puisi seorang Afrika yang mana menyatakan bahwa tidak ada warisan apapun didunia ini kecuali untuk memberikannya kepada generasi berikutnya.  Ketika itu masyarakat Afrika lainnya membawa seluruh desanya mengangkat anak-anaknya untuk membesarkan generasi berikutnya.  Dunia untuk menjadi satu memikirkan ekologi demi kepentingan bersama.  Monozukuri mengandung arti dari ‘sustainability’ yang akhir-akhir ini menjadi kata atau slogan dunia yang popular baik dari makro ekonomi, ekonomi global, strategi korporasi, dan juga pendidikan.  Dunia mulai mempermasalahkan negaranya dan rakyatnya membeli atau mengkonsumsi barang atau produk yang tidak ‘sustainability’.  Presiden Amerika, Barack Obama adalah salah satu Negarawan pertama yang menggunakan terminology “green prosperity” atau janji dan komitmen yang mendorong atau memprovokasi Pemimpin Dunia untuk menjalankan apa yang dikatakannya.

Oleh karena itu Monozukuri dapat pula diartikan sebagai peran manusia dengan Energi Terbarukan karena manusia dapat hidup dengan cara yang berkelanjutan memenuhi aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial kehidupan masyarakat untuk selamanya (jangka panjang).  ‘Persamaan visi dan misi’ untuk menerapkan Energi Terbarukan menjadi satu-kesatuan dalam energi bauran (energy mix), adalah bukan pekerjaan yang mudah dilakukan.  Cepat atau lambat, diharapkan kita semua dapat mewarisi anak cucu kita dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi, pekerjaan atau kesempatan lain di masa depan. (BERSAMBUNG)

 

Artikel ini bersumber dari makalah Rachmat Gobel, Ketua Umum – Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI)


(redaksi@wartaekonomi.com)

Penulis/Editor: Arif Hatta

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,581.48 3,545.66
British Pound GBP 1.00 18,567.05 18,377.84
China Yuan CNY 1.00 2,085.68 2,064.87
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,432.00 13,298.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,698.59 10,589.20
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,717.95 1,700.75
Dolar Singapura SGD 1.00 10,141.19 10,036.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,378.98 16,212.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,391.92 3,354.69
Yen Jepang JPY 100.00 12,065.03 11,942.52

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6472.666 28.148 571
2 Agriculture 1626.969 -2.919 19
3 Mining 1830.790 7.838 43
4 Basic Industry and Chemicals 706.825 -4.049 69
5 Miscellanous Industry 1379.559 14.800 43
6 Consumer Goods 2892.727 40.614 47
7 Cons., Property & Real Estate 518.951 2.048 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1180.940 -8.985 62
9 Finance 1151.809 4.998 90
10 Trade & Service 934.536 1.286 133
No Code Prev Close Change %
1 LCKM 390 486 96 24.62
2 AISA 494 615 121 24.49
3 ENRG 133 165 32 24.06
4 RALS 1,235 1,500 265 21.46
5 ALKA 488 590 102 20.90
6 MBTO 147 174 27 18.37
7 PCAR 1,260 1,480 220 17.46
8 LTLS 660 750 90 13.64
9 DSNG 372 420 48 12.90
10 ESSA 226 250 24 10.62
No Code Prev Close Change %
1 WICO 550 496 -54 -9.82
2 APII 220 199 -21 -9.55
3 AKSI 378 342 -36 -9.52
4 MIDI 1,050 960 -90 -8.57
5 DWGL 590 540 -50 -8.47
6 INCF 220 202 -18 -8.18
7 PGAS 2,360 2,200 -160 -6.78
8 PSSI 192 179 -13 -6.77
9 AMIN 416 388 -28 -6.73
10 LMAS 62 58 -4 -6.45
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 101 95 -6 -5.94
2 PGAS 2,360 2,200 -160 -6.78
3 ENRG 133 165 32 24.06
4 AISA 494 615 121 24.49
5 ANTM 730 740 10 1.37
6 BBRI 3,630 3,620 -10 -0.28
7 MEDC 1,270 1,300 30 2.36
8 TLKM 4,200 4,170 -30 -0.71
9 KREN 560 555 -5 -0.89
10 PBRX 505 500 -5 -0.99