Portal Berita Ekonomi Minggu, 24 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:09 WIB. Digitalisasi - Alibaba dukung Pemerintah China digitalisasi perekonomian. 
  • 16:07 WIB. SIM - PKS kampanyekan SIM seumur hidup. 
  • 16:06 WIB. MRT - Penggratisan MRT berlaku sampai dengan 31/03/2019. 
  • 16:05 WIB. Hidroponik - WOM Finance resmikan rumah hidropinik dalam rangka perayaan HUT ke-37 tahun. 
  • 16:04 WIB. Pemilu Damai - 321 komunitas otomotif Jawa Barat gelar deklarasi pemilu damai 2019. 
  • 16:02 WIB. Startup - Telkomsel dukung startup ciptakan dampak sosial.

Aptrindo Tak Khawatir Keberadaan Kanal Cikarang

Aptrindo Tak Khawatir Keberadaan Kanal Cikarang - Warta Ekonomi

WE Online, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan tak mengkhawatirkan bakal kehilangan pasar akibat keberadaan kanal Cikarang Bekasi Laut, yang bisa menjadi alternatif angkutan barang dari pelabuhan ke kawasan industri dan sebaliknya.

"Kami masih terpakai di ujung-ujung, artinya kalau ada CBL (Cikarang Bekasi Laut) nanti berarti kami kerjanya enggak ke Tanjung Priok, tapi ke Cikarang," kata Gemilang usai konferensi Pers "Indonesia Transport, Supply Chain and Logistic (ITSCl) & Intralogistics (ILI) di Jakarta, Rabu (23/9/2015).

Gemilang menuturkan meskipun adanya alternatif moda yang bisa mengangkut lebih banyak barang, truk masih menjadi moda yang murah dan cepat.

"Pengusaha selalu menghitung total biaya, mereka 'kan' mencarinya yang murah dan cepat. Jadi jangan salahkan kami kalau macet karena mereka yang pilih truk," katanya.

Dia juga mengatakan sudah membandingkan keterpakaian moda di negara-negara lain, seperti di Eropa, yakni komposisi penggunaan truk masih 65 persen, sementara itu kereta api 10 persen dan sungai 25 persen.

"Kalau industrinya dekat sungai, tentu lebih murah lewat sungai, kalau jauh di Cikampek, pengusaha juga akan mikir-mikir," katanya.

Meski demikian, Gemilang mengatakan pihaknya mendukung peningkatan fasilitas moda transportasi di segala bidang, hanya saja tidak menghalangi satu dan yang lain.

Contohnya, pembangunan rel dari Cikarang Dry Port ke Pelabuhan Tanjung Priok, dia mengusulkan agar tidak melintasi jalan darat, tetapi dibuat seperti jalan layang.

"Kita menyambut seluruh fasilitas dibangun, tapi kereta ini jangan menghalangi truk nanti macet karena menunggu satu perlintasan itu bisa satu jam," katanya.

Dia menambahkan seharusnya sistem pengangkutan barang juga dirombak agar mendapatkan nilai tambah atau "value added". Pasalnya, selama ini, kontainer dibawa masuk semua melintasi kota atau ke pusat industri, sementara kembalinya kosong.

"Kalau di Amsterdam sana, kontainer dibongkar dulu, dikemas pakai 'wing box' untuk didistribusikan ke supermaket dan pulangnya mereka bawa barang ke pelabuhan untuk diekspor, jadi bolak-balik isi," katanya.

PT Pelindo II mulai November mendatang akan membangun CBL yang diyakini bisa membantu mengurangi biaya logistik karena yang seharusnya diangkut dengan banyak truk, dengan adanya CBL bisa diangkut sekali dengan kapal tongkang. Setiap kapal tongkang mampu mengangkut maksimal 72-144 TEUs sekali jalan dan direncanakan akan dirancang bisa bolak-balik. (Ant)

Tag: perusahaan indonesia

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Achmad Fauzi

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,794.23 3,755.47
British Pound GBP 1.00 18,692.75 18,500.55
China Yuan CNY 1.00 2,125.36 2,104.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,228.00 14,086.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,103.30 10,001.06
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,813.38 1,795.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,546.29 10,439.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.93 16,018.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,506.16 3,466.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,850.43 12,718.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6525.274 23.498 629
2 Agriculture 1490.781 9.164 21
3 Mining 1887.862 3.129 47
4 Basic Industry and Chemicals 910.367 -5.244 71
5 Miscellanous Industry 1284.891 0.529 46
6 Consumer Goods 2663.462 4.407 52
7 Cons., Property & Real Estate 465.570 -1.138 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1170.915 5.940 72
9 Finance 1263.236 12.361 91
10 Trade & Service 828.467 0.865 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 420 525 105 25.00
2 GLOB 352 440 88 25.00
3 CAKK 270 326 56 20.74
4 ECII 825 990 165 20.00
5 SMMA 7,700 9,000 1,300 16.88
6 TGKA 3,010 3,500 490 16.28
7 ANDI 1,605 1,805 200 12.46
8 FISH 3,400 3,760 360 10.59
9 LPLI 135 149 14 10.37
10 BKSW 175 193 18 10.29
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 224 168 -56 -25.00
2 KICI 310 260 -50 -16.13
3 IDPR 735 640 -95 -12.93
4 PYFA 198 177 -21 -10.61
5 ATIC 990 895 -95 -9.60
6 JMAS 895 810 -85 -9.50
7 LAND 1,085 1,010 -75 -6.91
8 MTSM 240 224 -16 -6.67
9 UNIT 242 226 -16 -6.61
10 AKSI 400 374 -26 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 101 97 -4 -3.96
2 HOME 102 102 0 0.00
3 GGRM 88,000 85,900 -2,100 -2.39
4 BBRI 3,980 4,060 80 2.01
5 TLKM 3,800 3,820 20 0.53
6 INKP 10,200 9,800 -400 -3.92
7 FREN 308 328 20 6.49
8 CTRA 975 1,030 55 5.64
9 UNTR 27,800 28,000 200 0.72
10 GIAA 555 555 0 0.00