Portal Berita Ekonomi Rabu, 08 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:59 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,47% terhadap Yuan pada level 7,06 CNY/USD.
  • 15:56 WIB. Valas -  Rupiah ditutup menguat 1,29% terhadap Dollar AS pada level 16.200 IDR/USD.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 2,12% pada level 24.253.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 2,05% pada level 2.820.
  • 15:54 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 3,77% pada level 2.563.
  • 15:53 WIB. Bursa -  Indeks FTSE 100 dibuka positif 2,58% pada level 5.726.
  • 15:53 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 2,01% pada level 18.950.
  • 15:52 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,77% pada level 1.823.

Kemendag: Ekspor ke Uzbekistan Masih Bisa Meningkat

Kemendag: Ekspor ke Uzbekistan Masih Bisa Meningkat - Warta Ekonomi

WE Online, Jakarta - Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Bachrul Chairi menyatakan bahwa masih terdapat ruang untuk peningkatan volume perdagangan antara Indonesia dan Uzbekistan. Hal ini mengingat masih banyak komoditas utama Indonesia yang masih belum banyak diekspor ke pasar tersebut.

"Komoditas ekspor Indonesia ke Uzbekistan saat ini belum mencakup komoditas ekspor utama seperti crude palm oil (CPO), karet, maupun kopi," kata Bachrul, Rabu (17/12/2015).

Bachrul mengungkapkan khusus komoditas CPO dan karet, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil terbesar di Asia Tenggara. Uzbekistan, katanya,akan  makin meningkatkan permintaan atas produk-produk tersebut.

"Uzbekistan mempunyai sumber alam yang kaya raya dan yang menjadi industri soko guru ekonomi nasional adalah emas, kapas, minyak bumi, dan gas alam. Sektor pertanian, peternakan, dan pertambangan Uzbekistan juga sangat maju," ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia-Uzbekistan 2014 mencapai US$13,6 juta dengan nilai ekspor sebesar US$8,7 juta dan nilai impor US$4,7 juta. Nilai ekspor Indonesia didominasi oleh produk pendingin (refrigerators, freezers, and other refrigerating or freezing equipment) dengan nilai sebesar US$5,0 juta, serta margarin US$1,6 juta.

Sedangkan impor Indonesia dari Uzbekistan pada 2014 a.l. spark-Ignition reciprocrating or rotary internal combustion piston engines (nilai impor US$3,5 juta); pulps of fibres derived from recovered (waste and scrap) paper or paperboard or of other fibrous cellulosic material (US$1,1 juta); dan cotton, not carded or combed (US$0,09 juta).

Saat ini Uzbekistan menjadi mitra dagang kedua terbesar bagi Indonesia di kawasan Asia Tengah setelah Kazakhstan dan menjadi salah satu pasar negara berkembang di dunia yang strategis bagi Indonesia. Sedangkan Indonesia, merupakan Anggota penting ASEAN dengan ekonomi terbesar dan masuk dalam anggota G-20.

Mempertimbangkan potensi yang dimiliki kedua negara, Bachrul menilai akan menjadi langkah yang baik untuk meningkatkan ekonomi kedua negara dan hubungan perdagangan di kawasan Asia Tengah.

Kedua negara juga mendapatkan keuntungan dari optimism pasar secara keseluruhan dari kawasan Asia sehingga perjanjian perdagangan antara kedua pihak menjadi peluang untuk melebarkan sektor perdagangannya masing-masing.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Kementerian Perdagangan (Kemendag)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,387.35 4,340.23
British Pound GBP 1.00 20,227.50 20,018.07
China Yuan CNY 1.00 2,329.48 2,304.68
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,492.05 16,327.95
Dolar Australia AUD 1.00 10,086.54 9,982.91
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,127.35 2,105.96
Dolar Singapura SGD 1.00 11,523.23 11,404.59
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,826.26 17,642.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,795.64 3,749.24
Yen Jepang JPY 100.00 15,160.92 15,005.93
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4778.639 -33.188 686
2 Agriculture 1012.487 28.878 22
3 Mining 1262.596 6.021 49
4 Basic Industry and Chemicals 676.943 -3.768 78
5 Miscellanous Industry 759.171 1.911 51
6 Consumer Goods 1756.664 -33.329 57
7 Cons., Property & Real Estate 347.664 -1.666 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 853.285 -17.792 78
9 Finance 1024.623 -3.220 92
10 Trade & Service 608.266 -0.049 170
No Code Prev Close Change %
1 BTPS 2,230 2,780 550 24.66
2 MTPS 270 336 66 24.44
3 SQMI 200 248 48 24.00
4 ERAA 990 1,210 220 22.22
5 AMIN 284 342 58 20.42
6 MFIN 1,030 1,240 210 20.39
7 ESTA 105 125 20 19.05
8 GSMF 100 116 16 16.00
9 PPRO 50 58 8 16.00
10 BFIN 290 334 44 15.17
No Code Prev Close Change %
1 SSIA 400 372 -28 -7.00
2 ARTA 400 372 -28 -7.00
3 LTLS 488 454 -34 -6.97
4 MARI 158 147 -11 -6.96
5 TNCA 230 214 -16 -6.96
6 ATIC 720 670 -50 -6.94
7 DFAM 346 322 -24 -6.94
8 SKBM 346 322 -24 -6.94
9 HRME 464 432 -32 -6.90
10 INDS 1,740 1,620 -120 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,020 3,030 10 0.33
2 REAL 77 72 -5 -6.49
3 MNCN 1,050 1,040 -10 -0.95
4 TLKM 3,330 3,220 -110 -3.30
5 BBCA 28,675 28,275 -400 -1.39
6 BTPS 2,230 2,780 550 24.66
7 PPRO 50 58 8 16.00
8 WSKT 635 665 30 4.72
9 BBNI 4,290 4,310 20 0.47
10 ANTM 540 555 15 2.78